Skip to main content

Mari Menjadi Rakyat Indonesia Yang Berprestasi!


Saya gembira pak Hasnul Suhaimi mengajak kita untuk berbagi kisah atau solusi yang kita lakukan menuju Indonesia Berprestasi. Sebagai rakyat Indonesia, saya memilih berperan proaktif untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi. Inilah yang saya lakukan untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi.

Menurut saya, untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi adalah dengan membangun kesadaran secara terus menerus di beberapa bidang kehidupan. Saya mengelompokkannya menjadi lima kesadaran, yaitu kesadaran diri, kesadaran profesi, kesadaran lingkungan, kesadaran sejarah, dan kesadaran spiritual.


Kesadaran Diri
Pertama, kesadaran diri. Membangun kesadaran diri memerlukan proses terus menerus, dari hari ke hari, tanpa kenal henti. Ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab untuk membangunnya yaitu ..Siapa saya? …Mengapa saya ada disini? Dan..Untuk apa hidup saya ini?

Menemukan dan merenungkan jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Proses penemuan dan perenungan ketiga jawaban tersebut, akan memberikan petunjuk mengenai kekuatan unik dari masing-masing rakyat Indonesia untuk berprestasi, termasuk saya.

Berikut aktivitas yang saya lakukan untuk membangun kesadaran diri:
  • Meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mengevaluasi aktivitas yang telah saya lakukan dan menjawab serta merenungkan kembali jawaban tiga pertanyaan pembangun kesadaran diri.
  • Secara disiplin berolah raga, mengatur pola makan, berolah pikir, dan berbagi tulisan (melalui blog) sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental saya. Ya, belajar, berbagi dan bahagia!
  • Membaca buku-buku yang dapat menginspirasi tindakan-tindakan kreatif, misalnya buku kepemimpinan “You are a leader!” karya Arvan Pradiansyah, “Mengikat Makna” karya Hernowo, dan lainnya.
  • Berdiskusi dengan keluarga dan orang-orang terdekat untuk terus menguatkan karakter terbaik (strengthening the strength) yang saya miliki.

Kesadaran Profesi
Kedua, kesadaran profesi. Saat ini saya sedang mendalami profesi yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam rangka meningkatkan kualitas dan prestasi saya di bidang SDM, maka saya harus terus membangun kesadaran profesi yang semakin baik. Saya menyadari bahwa untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkelas dunia (world class human capital) memerlukan komitmen yang kuat serta perencanaan yang matang. Inilah komitmen saya untuk membangun kesadaran profesi, dengan melakukan tindakan-tindakan berikut:
  • Bekerja dengan sungguh-sungguh dan gembira.
  • Memperdalam pemahaman akan beragam regulasi dan praktik terbaik mengenai pengelolaan SDM di Indonesia dan dunia.
  • Meningkatkan kemampuan individual dengan mempelajari ketrampilan dan pengetahuan pengelolaan SDM baik dengan membaca buku maupun menyiapkan diri mengambil program sertifikasi internasional (WorldatWork Certified Program).
  • Menjalin komunikasi dan diskusi internal dan eksternal yang luas untuk memahami kompleksitas pengelolaan SDM.
  • Berbagi pemikiran dan pemahaman mengenai pengelolaan SDM melalui tulisan, diskusi, seminar, blog, maupun portal SDM.

Kesadaran Lingkungan
Ketiga, kesadaran lingkungan. Saya menyadari bahwa lingkungan sekitar kita memerlukan penataan dan perbaikan dari waktu ke waktu. Kita melihat bagaimana banjir terjadi dimana-mana, kebutuhan energi yang semakin meningkat,dan jumlah areal hutan yang semakin menurun. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangun kesadaran lingkungan dan inilah tindakan-tindakan yang saya lakukan:
  • Selektif dalam mencetak dokumen ke dalam kertas dan melakukan pengelolaan penggunaan kertas (Menghitung jumlah kertas yang digunakan)
  • Memasang lampu dengan wattage yang sesuai kebutuhan dan menyalakannya bila diperlukan saja.
  • Membuang sampah dan memilah sampah pada tempatnya.
  • Mengurangi jumlah gelas yang dipakai untuk mengurangi jumlah gelas yang dicuci setiap harinya.

Kesadaran Sejarah
Keempat, kesadaran sejarah. Membangun kesadaran sejarah akan memberikan landasan yang kokoh bagi rakyat Indonesia untuk memahami apa yang telah terjadi di masa lalu sehingga dapat dijadikan pelajaran berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik. Ada banyak cerita dan bukti sejarah yang menunjukkan prestasi bangsa Indonesia di masa lalu dan dapat menjadi motivasi rakyat Indonesia untuk terus berprestasi. Saya menyadari bahwa kesadaran sejarah tidak begitu saja melekat ketika saya lahir. Namun demikian, saya perlu mempelajari dan mendalami sejarah bangsa Indonesia ini.

Perhatikan, Indonesia memiliki Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin, Bung Karno dan berbagai tokoh sejarah lainnya. Selain itu kita juga bisa jumpai museum Purbakala di Sragen, Candi Borobudur di Magelang, dan Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat di Yogyakarta. Untuk membangun kesadaran sejarah Indonesia, saya pun melakukan tindakan-tindakan berikut ini:
  • Memutar dan mendengarkan lagu nasional maupun daerah setidaknya satu lagu sehari, misalnya “satu Nusa satu Bangsa” yang dinyanyikan oleh Grup Band Cokelat, “Kicir-Kicir” maupun lagu-lagu lainnya.
  • Mencatat dan memahami pohon keluarga besar serta menjaga tali silaturahim di dalam keluarga besar tersebut (family tree).
  • Meluangkan waktu untuk membaca dan mempelajari lebih lanjut kisah-kisah sejarah, misalnya melalui membaca novel Diponegoro, Gadjah Mada, dan lainnya.
  • Mengunjungi tempat-tempat bersejarah bangsa Indonesia yang ada di berbagai wilayah Indonesia, misalnya Candi Borobudur di Magelang, Musium Dirgantara di Yogyakarta dan Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat.
  • Mengajak orang lain untuk bersama-sama memahami sejarah bangsa Indonesia baik melalui diskusi, cerita, maupun obrolan pendek di kala istirahat kerja.

Kesadaran Spiritual
Kelima, kesadaran spiritual. Sebagai seorang manusia, saya menyadari bahwa saya adalah seorang hamba Allah. Saya memilih untuk beragama Islam dan berusaha mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam agar dekat dengan-Nya . Dalam hal membangun kesadaran spiritual, beberapa aktivitas yang sedang saya lakukan antara lain:
  • Segera melaksanakan sholat wajib (Shubuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya) berjamaah di masjid
  • Mempelajari dan mendalami ayat-ayat Al Quran dan Hadits melalui Quran maupun buku-buku.
  • Berusaha menjalankan puasa wajib dan sunnah.
  • Mengajak keluarga untuk dapat membiasakan tadarus Al Quran setiap hari, minimal sesudah sholat shubuh.
  • Berusaha untuk bersedekah setiap hari.

Saya meyakini bahwa melalui pembangunan kelima kesadaran tersebut maka upaya untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi akan semakin baik dan kuat. Maju dan terus berprestasi Rakyat Indonesia!

Semoga bermanfaat,
Novan Restu

Sumber gambar disini.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?

Untuk mengerti lebih lanjut mengenai apa itu Human Resource Business Professional (HRBP), Anda dapat mengunjungi situs berikut: http://www.hrci.org/docs/default-source/web-files/hrbpbok-pdf.pdf?sfvrsn=0

HRBP holder diharapkan mampu mendemonstrasikan keahlian atas prinsip-prinsip Human Resources operasional dan teknikal yang dapat diterima. Ini dilakukan untuk memvalidasi pengetahuan dan keahlian human resource yang core serta mendemonstrasikan prinsip-prinsip human resource dari para profesional yang mempraktikkan human resource di luar Amerika. Ini akan meningkatkan kredibilitas profesional HR dan organisasi dimana mereka bekerja.

Dari halaman pdf tersebut, Anda dapat mempelajari body of knowledge sertifikasi HRBP. Body of knowledge HRBP ini mencakup:
1. HR Administration (22%)
2. Recruitment and Selection (22%)
3. Employee Relations and Communication (20%)
4. Compensation and Benefits (14%)
5. Training and Development (15%)
6. Health, Safety and Security (7%). 

Area Fungsi 1, yaitu HR Admini…

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

[1] Apa itu Human Resource Management (HRM)?
Ada beberapa definisi yang disampaikan dalam sejumlah referensi, salah satunya dari materi pelatihan sertifikasi Human Resource Business Partner (HRBP): 

1. A strategic and consistent approach to the management of an organization’s most valued assets i.e., the people who are contributing toward the achievement of the goals of the organization.
2. Employing people, developing the resources, utilizing the human talent effectively and efficiently, and compensating the services according to the organizational requirement.
3. A business tool that provides both theoretical framework and practical tools to handle the workforce.


Mana definisi yang menurut anda paling mudah anda pahami?
Bagi saya, definisi ketiga-lah yang paling mudah saya pahami. Kata-kata kuncinya yaitu alat bisnis, teori, praktik, dan pengelolaan tenaga kerja. Saya terjemahkan menjadi: HRM adalah alat bisnis yang terdiri dari kerangka teori dan alat-alat bantu praktis untuk mengelola …

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Mahasiswa Magang. Ya, mahasiswa yang menjalani 'kerja praktik' di perusahaan tertentu merupakan para mahasiswa magang.Sejumlah mahasiswa magang sudah pernah saya temui dan saya bimbing. Salah satunya sekarang juga bekerja di TELKOM.
Ketika ada sejumlah mahasiswa magang di unit saya, dan kemudian tanggung jawab diserahkan kepada saya untuk jadi pembimbing praktik, tentu saya dengan senang hati membantu mereka mencapai tujuan magangnya.
Menjadi mahasiswa magang, dalam pandangan saya, harus punya tujuan. Tujuan itu sifatnya sangat personal, namun pada umumnya hampir-hampir sama, 11-12 lah, yaitu sukses saat kerja praktik, yang berarti nilai A atas hasil kinerjanya.
#1 Miliki Tujuan yang Jelas Sukses menjadi mahasiswa magang harus diawali dengan tujuan magang yang jelas.Jika tujuan anda 'hanya' ingin sekedar memenuhi kewajiban prasyarat kuliah, ya itulah yang akan anda dapatkan. Sayang aja sih jika itu saja tujuannya. Padahal banyak lho yang bisa didapatkan saat menjalani kerj…