Selamat Jalan Steve Jobs

Steve Jobs, Pendiri dan mantan CEO Apple Inc., meninggal dunia pada Rabu 5 Oktober 2011, di usia 56 tahun, sebagaimana diumumkan oleh Apple Inc. Proses pembelajaran Steve Jobs yang terekam dalam pembukaan buku Management di kala saya kuliah yakni apa yang ia lakukan untuk mengubah gaya manajemennya yang sewenang-wenang dan sombong yang pada akhirnya membuatnya 'terusir' dari Apple dan kemudian bertransformasi menjadi lebih rendah hati dan fokus, kala ia mendirikan Pixar, menjadi bagian dari inspirasi saya. Perubahan itulah yang kemudian menarik kembali Steve Jobs ke dalam Apple Inc.

Pidatonya "stay hungry stay foolish", yang terdiri dari sejumlah pengalaman dan semangat besarnya di dalam menjalani kehidupan dan berkontribusi bagi kemajuan manusia, sungguh pantas untuk dibaca ulang. Tiga cerita pengalaman kehidupannya yang terdiri dari cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik, Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan, dan Cerita Ketiga Saya: Kematian, merupakan warisan besar yang perlu direnungi dan dipahami. Inilah hal yang menginspirasi saya, yang ada dalam cerita ketiganya: 

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Setelah melalui pengalaman tersebut (Steve Jobs menderita sakit kanker pankreas), sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
"Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua".

Steve Jobs, selamat jalan. Karya dan semangat anda, semoga menjadi inspirasi untuk menjadikan kehidupan manusia semakin baik dari waktu ke waktu.

Salam, Novan Restu

Comments