All We Care About is PERFORMANCE

Mulai tahun ini, saya akan lebih banyak belajar (lagi) tentang SDM. Bukan hanya mengenai Compensation & Benefit, namun juga komponen lainnya dari sistem SDM, seperti rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja dan feedback, dsb. 

Untuk meningkatkan pemahaman, salah satu tipsnya adalah perbanyak membaca, membaca, dan membaca. Alhamdulillaah, tips ini terbukti berhasil membantu saya menyelesaikan studi di MMUGM lebih cepat dan lebih baik :).

Minggu ini saya belajar mengenai performance. Dasarnya? Dalam pemahaman saya, ayat yang berhubungan dengan kinerja adalah QS Al Zalzalah 7-8. Dalam konteks bisnis, mari kita simak contoh kasus di SEMCO, perusahaan milik Ricardo Semler ini. Bagian pertama adalah dasar bagi Semler untuk memastikan bahwa Karyawan sudah tidak ada HAMBATAN untuk memberikan performance terbaiknya bagi perusahaan dan pelanggan yaitu KEBEBASAN.


“Karyawan di SEMCO bebas untuk memilih KAPAN dan DIMANA mereka bekerja. Semler (pemilik) menyadari bahwa memiliki KEHIDUPAN di luar tempat kerja dan ia memberikan kebebasan bagi karyawan untuk mengelola pekerjaan dan waktu luangnya” .

Konsep ini dalam kerangka pikir Total Rewards dikenal dengan Work-Life.

“Ia tidak mengharapkan mereka BEKERJA melebihi waktu kerjanya. Apa yang diharapkan dari semua karyawan dan unit organisasinya di SEMCO adalah PERFORMANCE”.

Inilah kunci utama Semler dalam mengelola SEMCO setelah memberikan KEBEBASAN kepada karyawan untuk menentukan kapan dan dimana mereka bekerja. Dimana anda ingin bekerja? Kapan anda ingin bekerja? Tidak ada batasan waktu, karyawanlah yang menentukan agar kehidupan dan pekerjaan mereka berlangsung dengan ‘seimbang’.

Bagaimana performance itu dinilai di SEMCO?

Performance dinilai dalam bentuk HASIL-HASIL. Tiap enam bulan, seluruh unit perlu mendemonstrasikan bahwa operasional berkelanjutannya adalah memproduksi NILAI bagi SEMCO dan para pelanggannya. Jika sebuah unit tidak dapat melakukannya, unit tersebut akan disbanded atau dengan kata lain, dibubarkan, dibekukan!

Sama juga dengan karyawan, baik pelaksana maupun para manajer. mereka harus mampu mendemonstrasikan bahwa mereka mampu membuat kontribusi yang bernilai dan PANTAS untuk direkrut kembali. Misalnya kinerja tiap-tiap manajer secara anonim dinilai oleh seluruh karyawan yang melaporkan padanya, dan hasil penilaian diumumkan dan dipublikasikan secara terbuka di SEMCO”.

Proses penilaiannya tertutup dan anonim, namun hasil penilaiannya diumumkan dan dipublikasikan.

“Inilah pandangan Semler tentang performance: “we treat our employees like ADULTS. If they screw up, they take the blame. And since they have to be REHIRED every six months, they know their jobs are always at risk. Ultimately, all we care about is PERFORMANCE. An employee who spends two days a week at beach but still produces real values for customers and coworkers is a better employee than one who works ten-hours days but creates little values”. 


Salam, novan restu

Comments