TELKOM 5C Value

Nilai-nilai perusahaan (atau kadang disebut juga budaya) dapat menjadi salah satu ukuran penilaian bagi karyawan dalam berperilaku di perusahaan. Oleh karenanya, menjadi penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa para karyawannya memahami dan mengamalkan nilai-nilai/budaya perusahaan. 

Culture Driven Performance sebagaimana yang sukses diimplementasikan di GE HealthCare yang berfokus pada tiga komponen kunci budaya yaitu  leadership & accountability, talent & benchmark strength, dan focus & alignment

Philips, sebuah perusahaan multinasional, menganut budaya  Empat D yang akan memandu para karyawannya dalam berperilaku sehari-sehari menghadapi pekerjaan, pelanggan, supplier, dan karyawan lainnya. Empat D yang mereka anut yaitu delight customers, deliver great results, develop people dan depend on each other.

Bagi PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM), nilai-nilai yang dianut adalah nilai 5C (5C Values). Kelima nilai ini kemudian diturunkan menjadi 15 perilaku kunci yang akan diamalkan oleh perusahaan dalam berinteraksi dengan seluruh stakeholders

C yang pertama adalah Commitment to Long Term, yaitu melakukan sesuatu tidak hanya untuk masa kini, namun juga untuk masa mendatang. Tiga perilaku kunci dari Commitment to Long Term adalah:
  • Target yang stretch (tidak hanya dirasakan pada jangka pendek tetapi juga jangka panjang)
  • Hasil yang berkelanjutan
  • Terus bertransformasi   
C yang kedua adalah Customer First, yang berarti selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik untuk pelanggan internal maupun eksternal. Perilaku kuncinya:
  • membangun hubungan baik
  • proaktif memenuhi kebutuhan pelanggan
  • pelayanan lebih baik dari ekspektasi 
C yang ketiga, Caring Meritocracy, yakni memberikan rewards dan consequences yang sesuai dengan kinerja dan perilaku yang bersangkutan. Tiga perilaku kuncinya adalah
  • Mencari feedback individual
  • Mengembangkan orang lain
  • Rewards/consequences sesuai kinerja 
C yang keempat adalah Co-Creation of Win-win Partnership, yaitu memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara. Perilaku kuncinya adalah 
  • Proaktif menangkap peluang kemitraan 
  • Kreatif bernegosiasi 
  • Aktif mencari feedback dan mengelola kinerja mitra 
C yang terakhir, yaitu Collaborative Innovation  yang berarti  menghilangkan internal silos  dan terbuka terhadap ide-ide dari luar. Perilaku kunci:
  • Membagi sumber daya 
  • Mencari sumber daya dari pihak lain 
  • Mempengaruhi lingkungan eksternal

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?