Manajemen Performansi: Kinerja dan Budaya

Manajemen performansi merupakan salah satu proses pengelolaan SDM yang sangat penting. Manajemen Performansi diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam mengarahkan kontribusi karyawan suatu organisasi agar berkontribusi maksimal dalam mencapai tujuan perusahaan. 

Bila hanya satu elemen yang diukur, maka manajemen performansi hanya menilai kinerja saja. Namun menurut saya, akan lebih baik jika kinerja juga dikaitkan dengan elemen lain, misalnya budaya. Dengan demikian, dua sumbu manajemen performansi bisa berupa kinerja dan budaya. 

Performansi berarti output/hasil kerja yang dihasilkan karyawan dalam kerangka kontrak manajemen. Kontrak manajemen berarti kesepakatan antara karyawan dan atasan berupa tugas-tugas yang harus dikerjakannya dalam satu periode tertentu. Tugas-tugas karyawan bisa berupa tugas yang sifatnya rutin operasional, proyek-proyek, maupun pekerjaan strategis yang membutuhkan waktu lebih lama.

Budaya perusahaan menurut saya berarti karakter yang dikehendaki perusahaan menjadi bagian keseharian karyawan dalam berperilaku di perusahaan. Budaya perusahaan apa yang ingin dijadikan 'roh' bagi karyawan? Banyak. Telkom misalnya, menggunakan budaya 5 C. Untuk dapat diukur, budaya  perusahaan bisa diturunkan menjadi perilaku yang dapat ditunjukkan oleh Karyawan. 

Dengan memahami elemen-elemen performansi yang diukur dalam manajemen performansi perusahaan anda, secara personal, sebagai karyawan, anda dapat mengerti apa yang dinilai dan apa yang tidak dinilai. Inilah yang harus menjadi perhatian keseharian karyawan. Ia harus mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan menunjukkan perilaku yang diinginkan oleh perusahaan. Jika sasaran tugasnya adalah menghasilkan penjualan dan pendapatan dalam satu tahun sebesar Rp 500 juta, maka ia diharapkan mencapainya dengan perilaku yang diinginkan oleh perusahaan. 

Sedangkan bagi perusahaan, elemen-elemen dalam manajemen performansi, harus dapat diterjemahkan, terukur, dan mampu diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan. 

Salam, Novan Restu

Comments