Lulus Cepat, Kerja Dapat

Workshop Lulus Cepat, Kerja Dapat di MMUGM Juni 2011
Untuk apa lulus cepat, tetapi pekerjaan tidak anda dapatkan? 

Pekerjaan bisa berarti berada di salah satu empat kuadran versi Kiyosaki, yaitu self (S), employee (E), Business Owner (B), dan Investor (I).

Untuk apa lulus cepat, tetapi anda tidak mendapatkan hal-hal unik yang dapat digunakan dalam pekerjaan pilihan Anda?

Maka, penentu utama lagi-lagi Anda. Bila anda menghendaki lulus cepat, tentu ada 'sesuatu' yang anda ingin capai. Apakah 'sesuatu' itu sifatnya cenderung personal, meskipun pada umumnya dua ukuran yang digunakan, waktu tempuh studi dan indeks prestasi kumulatif. Saya menetapkan tujuan selesai satu tahun dengan IPK 4,00. 

Alasannya apa menetapkan tujuan seperti itu? Saya pikir keren saja selesai dalam satu tahun dengan IPK 4,00. Sempurna. Tercapai? Tidak semuanya, hanya 50%++. Hehehe.

Saat saya mengikuti pendidikan Master di MMUGM, waktu tempuh standar  adalah 18 bulan atau 4 triwulan. Kebetulan, dosen pembimbing saya saat itu mendapatkan tugas ke luar negeri sehingga seluruh mahasiswa bimbingannya diminta untuk menyelesaikan thesis dalam rentang waktu satu bulan. 

Itulah momentum percepatannya: saya terima permintaan beliau untuk menyelesaikan thesis. Bukan apa-apa, saya tanya dua professor lainnya, "bisa pak/bu thesis selesai dalam satu bulan?" Jawab mereka, "Bisa saja Van, asal kamu mau kerja keras".Lha, kalo syaratnya kerja keras, ya saya siap-siap saja. Mereka saja yakin, kenapa saya tidak?

Saya upayakan tiap minggu menyelesaikan satu bab, dengan kerja keras. Kerja keras itu berarti banyak bertanya, banyak membaca, banyak mengurangi waktu tidur dan banyak hal lainnya. Saya sudah terima tantangannya, dan sudah tahu bagaimana mencapainya, kenapa tidak dilaksanakan? :)

Masih banyak hal-hal lainnya yang perlu disiapkan untuk lulus cepat dan tentu saja kerja juga dapat. LULUS CEPAT, KERJA DAPAT. Hal-hal itu sebenarnya biasa saja. Bedanya apa? Yang melaksanakan tentu berbeda dengan hanya yang mengetahui (sebagai pengetahuan saja), tanpa melaksanakan. 

Salam, Novan Restu

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?