Rejeki Banyu Mili

Hari ini saya tiba di Jogja. Menggunakan moda publik kereta api KAI Lodaya Malam, saya cukup terkejut karena  bisa juga KAI on time. Thank KAI. Karena datang "lebih awal", rasanya lebih baik mencari ojek daripada menunggu jemputan adik saya. 


Berjalan keluar dari stasiun Tugu Jogja, sejumlah tukang ojek menawari jasanya dengan cara yang menurut saya merasa tidak nyaman. Dengan harga yang terlalu tinggi, caranya pun tidak santun. 


Belum sampai pintu keluar, seorang tukang ojek kembali menawarkan jasanya. Yang berbeda kali ini adalah ia bersabar menunggu saya menyelesaikan aktivitas menelepon saya. Kesabarannya pun menghasilkan kesepakatan. Ia tawarkan harga dengan cara santun (dan itupun sama dengan tawaran-tawaran tukang ojek lainnya), saya tidak merespons. Ia turunkan sedikit, kemudian saya menawar sekali...dan DEAL.  


Dalam perjalanan ia pun bercerita. Bahwa ia betul-betul bersikap ingin mencari persaudaraan. Paseduluran. Sikap inilah yang ia upayakan untuk melancarkan rejekinya di hari-hari ia bekerja. Doa yang dilantunkannya adalah agar diberikan rejeki yang terus mengalir atau bahasa jawanya adalah Rejeki Banyu Mili


Prinsip utamanya adalah MELAYANI PELANGGAN. Harapannya dengan melayani pelanggan saat ini, untung sedikit tidak apa-apa, karena suatu saat nanti pelanggan yang PUAS akan gethok tular (Word of mouth) atas layanannya. 


Sesampainya di depan rumah orang tua saya, saya pun menyelesaikan transaksi dengannya. Ia sudah siap dengan alat promosinya yaitu KARTU NAMA. Sesuai dengan tagline di kartu namanya "Siap antar jemput dalam dan Luar Kota: Dijamin Nyaman Selamat Sampai Tujuan", Pak Nabil menunjukkan konsistensi tagline dengan fakta layanan. 


Dan....closingnya bagus sekali, yaitu dengan mendoakan saya, "Semoga rejeki bapak mengalir lancar (mugi2 rejekinipun bapak mbanyu mili)". Amiiin YRA. :) Maka, tak segan saya sampaikan kepada rekan-rekan: Silahkan kontak pak ojek bernama NABIL di Mobile: 0878-3999-2196 saat anda tiba di kota jogja. 


Salam, Novan Restu  


sumber gambar disini

Comments