Bertahan dari Ancaman Resesi Global

Source Pic Here
Kita lanjutkan.

“Ekonomi Amerika – sebagaimana ekonomi kebanyakan negara lainnya di dunia – mengalami job loss dan kekurangan kepercayaan diri konsumen karena resesi skala global yang dibahanbakari oleh skandal subprime mortgage dan jatuhnya pasar saham.


Banyak perusahaan ternama di bidang keuangan dan manufaktur – termasuk AIG, Freddie Mac & Fannie Mae, Lehman Brothers, WAMU, General Motors, dan Chrysler – mengalami restrukturisasi massif, menerima uang bailout yang menghasilkan kepemilikan pemerintah yang semakin meningkat (di perusahaan tersebut), dan bahkan dinyatakan bangkrut atau masih beroperasi dengan ancaman bangkrut.


The poor economy berarti lebih banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerjanya, menunda rencana-rencana untuk operasi-operasi baru dan pertumbuhan, dan secara cermat meneliti anggaran-anggaran SDM yang ada untuk menghapus program-program dan biaya-biaya yang tidak perlu. Ini terjadi bahkan di perusahaan seperti NetApp, Google, Zappos.com, dan Microsoft, yang kita tahu mencapai keunggulan kompetitifnya melalui praktik-praktik SDM dan masuk dalam daftar Fortune “The 100 Best Companies to Work For”.


Dua kalimat tambahan berikutnya menarik untuk dikaji lebih detil. Coba anda klik tautan di empat perusahaan tersebut, dan anda temukan lebih dalam mengapa mereka menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja.  


Cek juga tautan The 100 Best Companies Work For. Siapa tahu anda ingin belajar lebih banyak dari 100 perusahaan yang dinyatakan Fortune sebagai Perusahaan terbaik untuk bekerja.  


Satu pertanyaan saja. Mengapa perusahaan-perusahaan yang menggunakan praktik-praktik SDM untuk mencapai keunggulan kompetitifnya melakukan langkah-langkah efisiensi tersebut?


Tentu, jawaban ringkasnya adalah untuk tetap mempertahankan keberadaaan perusahaan dari ancaman resesi global. 




Comments