Ricardo Semler: Manusiakanlah Manusia


Saya lanjutkan ke halaman 244. Di bagian ketiga, Manajemen dengan Misi atau Kelalaian, Ricardo Semler menggugah jiwa pemberontakan untuk menciptakan demokrasi di organisasi. Tujuannya jelas: produktivitas meningkat, passion karyawan/ anggota organisasi bisa terpenuhi.

“Kadang-kadang, kebijakan kami memberikan hasil yang mengejutkan. Sebagai contoh, Paulo Valle membantu memecat orang yang telah mengontraknya.”

Kalimat di atas dipaparkan dengan detil oleh Ricardo Semler di halaman 244-245. Kasusnya sensitif, menyangkut nilai Semco dan pemecatan/pemberhentian karyawan. Situasinya digambarkan genting, Pekerjaan di unit tersebut terhenti akibat ketidakpuasan sebuah kondisi: pemberhentian karyawan.

Baca tulisan ini. Ricardo Semler menulis, “Secara pribadi, saya meyakinkan Arnon bahwa di Semco kami merasa nyaman dengan sikap memberontak.”

Kasus di buku Revolusi Bisnis Abad ke-21 ini menarik. Saya memang tak utuh menceritakannya. Langsung ke ending dari kasus ini:

“Pada hari Arnon kembali dari perjalanannya, Eugenio dan para karyawan telah bersepakat untuk mengeluarkan Sergio dan memindahkannya ke jenis pekerjaan yang lebih teknis, menerima kembali orang yang sudah dipecat, dan memilih seseorang yang benar-benar berbeda sebagai manajer di situ. Arnon sedikit waspada terhadap preseden kesepakatan itu – tetapi dia bersedia menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.

Sergio meninggalkan Semco dengan sendirinya dua bulan kemudian dan Paulo Valle yang menggantikannya, bekerja untuk kami hingga hari ini”.

Kasus ini ditutup dengan kondisi happy bagi organisasi yang mau mendengarkan dan memanusiakan anggotanya. Mengajak mereka berbicara mengenai organisasi dan melibatkan mereka dalam keputusan-keputusan penting.

Bagi saya kasus di Semco ini memberikan pesan penting: anggota organisasi/ karyawan juga manusia. Jangan otoriter. Manusiakanlah manusia seutuhnya. Itulah esensi human capital.

Comments