Kehidupan adalah Anugerah


Kehidupan adalah anugerah. Itu yang menjadi pelajaran penting tiap hari yang sedang saya nikmati. Betapapun, bangun dari tidur  adalah awal dari anugerah yang saya peroleh. Bahkan, menurut saya, dapat tidur (nyenyak) itupun merupakan sebuah anugerah bagi saya. 

Saat melihat istri saya Adhya yang sedang menikmati sariawannya dan mendengar tangisan Almira menjelang malam yang kadang menjengkelkan saya namun menyadarkan saya bahwa saya adalah ayah yang masih perlu banyak belajar untuk menjadi orang tua. Dan saya percaya, kesadaran itupun adalah anugerah.  

Ya, anugerah itu adalah kehidupan. Setiap menit yang berjalan cepat (bila kita yakini begitu), tak terasa menghantarkan saya hingga berada di usia saat ini. saya bersyukur dapat menyaksikan Almira tumbuh dewasa dan akan menuju ke titik dua tahunnya. Kadang saya diprotes Adhya karena sering menggunakan cara mudah untuk mengingat usia Almira. Misalnya ketika menjawab pertanyaan rekan-rekan, "Almira sudah berapa tahun?" Jawab saya singkat, "Oh Almira udah mau dua tahun".  Bukannya menjawab seperti ini: "Almira sudah berumur 1 tahun 4 bulan". Hehehe...

Tinggal berapa hari lagi Almira akan genap berumur dua tahun. Ah, betapa tuanya saya dibandingkan dia! Kehidupan ini rasanya masih seperti hari kemarin. Tapi nyatanya tidak juga. Begitulah perasaan saya berkata. Pagi berangkat bekerja dan pulang pada jam-jam yang sudah dijadwalkan sembari menghindari kemacetan jalanan kota Bandung. Rutinitas? Jelas bukan! Apakah hari ini sama dengan hari kemarin? Tidak akan pernah sama. Itulah rasa yang saya peroleh dengan memandang kehidupan sebagai anugerah. Alhamdulillaah, dan kesyukuran ini saya ingin untuk terus mengalir setiap saat. 

Mudah-mudahan saya bisa menjadi ayah yang baik dan bijak bagi Almira. 





Comments