Opinions: Leader As Father


Awal bulan Oktober ini saya ingin mendapatkan masukan/ opini dari rekan-rekan saya di Facebook mengenai Leader as Father, yaitu bagaimana seorang pemimpin (dalam hal ini lebih lekat dengan posisi manajerial) berperan sebagai figur Bapak. Harapan saya, dengan mengajukan masukan maka saya dapat memahami lebih baik persepsi rekan-rekan saya di Facebook mengenai Leader as Father.

Berikut delapan opini dari rekan-rekan tentang leader as father:

#Opini1:  Menurutku: (leader as father adalah) pemimpin yg mencintai anak buahnya dan bertanggung jawab like a father love his son, bisa ngemong (mengasuh) anak buahnya,tidak pilih kasih,bijaksana,mampu memberikan solusi jika anak buahnya mengalami kesulitan, memikirkan kesejahteraan anak buahnya dan mampu memberi contoh yang baik kepada seluruh anak buahnya.

#Opini2:  leader as father artinya pemimpin yg ing ngarso sung tulodo (memberi contoh yang baik saat memimpin), ing madya mangunkarsa (membangun keinginan/semangat)  dan tut wuri handayani (melayani).

#Opini3: Seorang pemimpin harus bisa seperti seorang ayah..dia mencintai anak-anaknya, membuatnya bisa berkembang bahkan mengajarinya dengan ikhlas dan berharap anak buahnya lebih baik daripada dia. Dilain sisi dia akan melindungi anaknya dari bahaya artinya dia akan senantiasa mengingatkan anak buahnya jika mereka melakukan hal atau cara yg salah. Pertanyaannya adakah pemimpin yang seperti ini? Mencintai dan melindungi sekaligus berharap anak buahnya lebih baik daripada dia? :-)

#Opini4: Menurut saya konsep leader as father bisa menyesatkan. Karena hubungan "kekeluargaan" dalam ranah professional bisa berubah menjadi patronase.  Pada awalnya kelihatan bagus. Hubungan dekat secara personal dan professional. Tapi jika terlalu jauh, anak buah akan merasa sungkan atau merasa berhutang budi, sehingga terkadang terlalu patuh. Bapak selalu benar. Bapak harus dituruti. Perintah Bapak harus diikuti. Kesalahan Bapak harus ditutupi. Dari situ muncul konsep "Asal 'Bapak' Senang".

#Opini5: Nah itu dia aku bingung menjawabnya, leader as father itu seperti apa? Ada father versi transformational ada father versi transaksional, kalo versi saya leader as father itu, dia mengajak anak buahnya untuk bisa juga sebagai leader untuk dirinya sendiri, itulah fungsi leader as father, ga nyuapin terus, tiap hari mengarahkan juga capek, Ayah yang baik dia itu bisa mencetak anak yang juga bisa menjadi ayah kelak.

#Opini6: Si leader memposisikan diri sebagai bapak atau nggak, sedikit banyak dia akan terpengaruh konsep "bapak" menurut dirinya sendiri berdasarkan kepemimpinan yg dia pelajari di bawah sadarnya selama ini, bisa juga tergantung gimana bapaknya si leader memperlakukan dia sejak kecil. pasti ada pengaruh ke leadership style-nya. itu kalo dia dibesarkan oleh orang tua yang lengkap lho. kalo pun nggak, ya mungkin pengaruhnya dari sosok lain selain ayah kandung yang berperan sebagai bapak. bisa juga dari leaders yg sebelumnya memimpin.

Konsep bapak yang ideal menurut  satu orang belum tentu sama dengan orang lain. buktinya ada bapak yang pengen selalu bisa bersama anaknya untuk turut terlibat dalam pengasuhan anak,ada (juga bapak) yang penting anaknya kenyang.  Nah sementara si subordinat punya ekspektasi sendiri mengenai konsep leader as father yg belum tentu sama dengan cara si leader memposisikan diri sebagai leader.

#Opini7: btw bapak yang kayak gimana dulu om...sekarang bapak itu macem-macem tipenya...ada bapak tiri yang lebih sayang ibunya daripada anaknya, ada bapak kandung yang tega memperkerjakan anak-anaknya sementara dia duduk minum kopi sambil berjudi...mungkin lebih cocoknya "leader as wise father"...bijaksana & adil bagi seluruh anggota keluarga...mau melayani & mengayomi seluruh anggota keluarga,bukan minta dilayani...

 #Opini8: leader as father: seorang pemimpin yg project utamanya membangun tim di bawahnya sehingga individu-individu di dalam tim menjadi orang-orang hebat (great people) yang kelak menjadi generasi penerus si pemimpin. Dia sangat telaten, kadang galak, kadang welas asih, dan mengayomi.

Kedelapan opini tersebut menarik untuk dipahami dan direnungkan. Lain waktu (mohon doanya saya bisa memahami dan mendapatkan insight J ) saya akan menuangkan pendapat saya mengenai peran leadership yang tidak dapat dilepaskan dari peran followership sebagaimana yang pernah saya dengarkan dari Handry Satriago di HR Cafe beberapa bulan lalu. Termasuk juga fenomena kemenangan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Putaran Kedua.


Sumber Gambar di sini

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?