Travelling Bandung (West Java) - Denpasar (Bali)

Pada bulan April tahun ini, saya dan dua orang rekan saya berangkat dari Bandung (BDO) pukul 19:55 WIB dengan menggunakan pesawat Air Asia Flight QZ 7916 tujuan Denpasar, Bali (DPS).  Untuk memasuki Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung yang dikelola oleh PT AngkasaPura II, kami dikenai Passanger Service Charge (Berdasarkan SK Direksi Kep.15.02.01/02/2009) sebesar Rp. 25.000 per orang.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kami kemudian memesan taksi Bandara (Airport Tax) dengan tujuan Tanjung Benoa, lokasi dimana penginapan kami berada. Untuk menuju ke Tanjung Benoa, tarif Taksi Bandara yang diberlakukan adalah Rp.105.000 dengan komponen biaya waiting fee (biaya tunggu), empty run (kilometer kosong), order fee (biaya pesan) dan sudah termasuk asuransi (including asuransi). Saya diberi satu karcis yang di dalamnya tertera juga nomor telpon yang dapat saya hubungi jika saya ingin menyampaikan keluhan/ complain yaitu ke 751011 extension 5566 atau 5555.

Penginapan kami di Tanjung Benoa adalah Pondok Wisata Hasan yang beralamat di Jl. Pratama Tanjung Benoa, Bali.  Pertimbangan saya memilih Pondok Wisata Hasan ini adalah karena lokasinya yang strategis (dekat Pantai Tanjung Benoa), harga terjangkau (Rp. 250.000 per hari per kamar) dan fasilitas  yang cukup memadai (Free WIFI Access, Telkom Vision TV Cable, AC, Air Panas, dan sarapan pagi). Selain itu di sekitar lokasi tersebut, saya dengan mudah dapat menemukan toko-toko semacam Indomaret, sejumlah ATM, dan akses taksi Blue Bird dengan segera.

Setelah selesai mengikuti kegiatan di Nusa Dua, Bali, kami menyempatkan untuk datang ke Jimbaran untuk menikmati matahari terbenam. Sayangnya kami berhenti di tempat yang berbeda dari yang kami maksud yaitu di Pantai Kedongan. Menurut hemat kami tempat pemberhentian tersebut cukup mahal. Harga satu buah kelapa muda saja dibandrol Rp 25.000. Akhirnya kami hanya memesan dua buah kelapa muda dan satu gelas teh panas sembari menunggu terbenamnya matahari. Selesai menikmatinya, kami pun pulang. Menurut keterangan supir taksi yang kami tumpangi saat kami menuju kembali ke Penginapan, kami seharusnya berhenti di bagian Pantai di Jimbaran dengan harga sea food dan minumannya yang lebih terjangkau (Saya lupa apa nama lokasinya. Kata supir taksi tersebut, harga yang lebih terjangkau itu karena para penjual tidak memberikan tips kepada supir taksi yang mengantarkan tamu ke sana).

Sembari menuju ke Bandara Ngurah Rai, kami meluangkan waktu untuk membeli buah tangan di Toko Oleh-Oleh Krisna di Jalan Raya Tuban Bali. Beberapa barang seperti gantungan kunci, kaos, dan juga makanan khas Bali tersedia di sana. Tak jauh dari Krisna, kami memutuskan untuk makan malam di Ayam Betutu Khas Gilimanuk. Kami pun memesan ayam betutu, nasi dan juga minuman. Untuk ½ ekor ayam betutu goreng harganya adalah Rp 35.500.

Pesawat yang membawa kami kembali ke Bandung adalah Air Asia Flight No. QZ 7917 dan berangkat pukul 23.05 WITA. Kali ini PSC di Bandara Internasional Ngurah Rai lebih tinggi Rp 15.000 dibandingkan Bandara di Bandung (dasarnya adalah Keputusan Direksi Angkasa Pura I No. Kep 90/ KU.06.02/2010 tanggal 9 Nopember 2010). Syukur Alhamdulillaah, pesawat tiba di Bandung tepat waktu.

Semoga bermanfaat. @MasNovanJogja  

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?