Dilarang Merokok Disini Ya..

puntung rokok 
Saya tidak menginginkan kamar yang saya tempati terdapat puntung rokok dan juga abu rokok karena jelas bagi saya: merokok bukan pilihan yang menyenangkan dibandingkan minum secangkir mochacino (hehehe). Ketika saya menemukan kedua hal (puntung rokok dan abunya) tersebut tergeletak di lantai, maka saya kemudian merenung dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Ini bahan menarik untuk dipelajari.

Mengapa orang yang merokok tersebut membuang puntung rokok dan abunya di lantai? 

Anak saya Almira, saat ini berumur dua tahun lebih, menggunakan clodi sebagai penampung pipis dan pupupnya. Maka, ketika ia pipis atau pupup, clodi tersebut akan menampung (sementara) dan ketika sudah penuh, maka kemudian ia akan minta cebok di kamar mandi. Ya, di kamar mandi. Artinya pupup dan pipis tadi, yang sudah tertampung di clodi, akan diletakkan atau dibuang di mana rekan-rekan? ya, benar. Kamar mandi. Clodinya masih dipakai lagi. :)

Nah, apakah orang yang membuang puntung rokok dan abunya di lantai perlu clodi? Jelas, bukan kesimpulan yang tepat (hehehe). Mungkin alat semacam clodi itulah yang diperlukan dan alat tersebut dikenal di Indonesia dengan nama asbak. 

Asbak ini digunakan untuk menampung (sementara) puntung rokok dan abunya. Selanjutnya puntung rokok dan abunya ini akan dibuang ditempat sampah. Bukan di lantai kan?

Dengan demikian, bagi saya,dalam kesimpulan yang sangat sederhana, perokok ini mungkin memerlukan ....clodi.

Anda mengerti maksud saya kan? :)

Semoga bermanfaat. Salam, @MasNovanJogja

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?