GTP: The Influencer dan Vicarious Experience


Dalam suatu sesi pelatihan pembekalan Global Talent Program, kami diajak untuk ‘mengalami’ suatu kegiatan yaitu kegiatan karate mematahkan papan kayu. Pertama, Pelatih karate menunjukkan pertandingan antara mereka. Berikutnya mereka menunjukkan bagaimana mereka melakukan pematahan papan kayu dengan tangan mereka. 

Kemudian kami melakukan pemanasan bersama-sama dengan pelatih Karate. Simulasi pun kami lakukan. Masing-masing peserta diminta untuk melakukan simulasi/ latihan terlebih dahulu untuk mengukur kecepatan tangan dan akurasi tangan sampai dengan ke papan kayu tersebut.  Ini memastikan bahwa kami sudah memahami dan melakukan tekniknya dengan benar. Tujuannya untuk menghindarkan tangan kami dari  cedera. Outcomenya adalah kami juga dapat mematahkan papan kayu tersebut. 

Dimulailah pertunjukan berikutnya. Dari dua puluh orang yang ada, kami pun mulai satu persatu. Di papan kayu tersebut, kami diminta menuliskan apa yang menjadi kekhawatiran kami. Setiap orang mungkin memiliki kekhawatirannya sendiri. Diawali dari barisan belakang, pertama kali, rekan saya Tius berhasil mematahkan kayunya. Semua menyaksikan hal tersebut. Tepuk tangan penghargaan diberikan untuk Tius. Dan terus berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. Kedua puluh orang ini berhasil mengatasi tantangan untuk mematahkan kayu ini.

Saya waktu itu belum mengerti apa maksud pelajaran ini. Apa maksud permisalan ini. Ya, kami kemudian dijelaskan bahwa kami telah berhasil mematahkan kekhawatiran kami sebagaimana tertulis dalam papan kayu tersebut.  

Hari ini, saya membaca buku the influencer dan telah sampai pada bagian Change the Way You Change Minds. Inilah yang disebut dengan vicarious experienceDi halaman 47 dijelaskan apa itu vicarious experience dan bagaimana cara kerjanya. Anda mendemonstrasikan vital behavior, dan orang yang akan melaksanakan vital behavior tersebut akan belajar dari mereka yang melakukannya, baik belajar mengenai keberhasilan maupun kegagalannya. Menyaksikan orang lain bertindak adalah salah satu cara terbaik untuk mengalami sesuatu dalam diri anda. Ini lebih penting daripada anda harus berkelahi dan mematahkan lengan lawan. Dalam kasus ini, fasilitator meminta kami untuk menyaksikan pelatih karate mematahkan kayu dan melihat bagaimana hasilnya. 

Dengan demikian, tanpa bermaksud untuk tergesa-gesa menyimpulkan, saya sampaikan kepada Anda bahwa dengan menyaksikan bagaimana seorang top performers bertindak menangani kegiatannya, mencapai targetnya, serta mendemonstrasikan bagaimana caranya, kepada para pembelajar lainnya (yang BELUM menjadi top performers), maka diharapkan ini akan merubah peta pikiran hubungan sebab akibat dari para pembelajar lainnya yang BELUM menjadi top performers. Harapannya, para pembelajar tersebut  akan memperoleh pengalaman dari top performers dan kemudian bergerak menjadi top performers

Anyway, Ide membaca buku ini saya peroleh dari host supervisor saya. Ia meminta saya untuk membaca sejumlah buku, salah satunya The Influencer ini, agar dapat mengerti bagaimana melakukan strategi perubahan dan sikap personal yang lebih mendukung kinerja saya. Alhamdulillaah buku tersebut saya temukan di perpustakaan organisasi di mana saya sedang melaksanakan program GTP ini. Inilah salah salah satu hikmah dari assignment: menemukan buku yang menjawab pertanyaan saya. 


stay focused. be prepared.

Semoga bermanfaat. @MasNovanJogja

Related Readings:
- Global Talent, Buku 353 Hari dan 3S
- Bertanyalah Mengapa Tiga Kali
- Mengapa Bahasa Inggris Itu Penting


Comments

  1. tulisan ini menjadi pelecut saya (sang pembelajar) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin Mas Ferry. Semoga bermanfaat ya :)

      Delete

Post a Comment