Skip to main content

Crucial Confrontations: Never Walk Away From Another Conflict Again!

Buku Crucial Confrontations ini ditulis salah satunya oleh Kerry Patterson, penulis The Influencer. Catatan di halaman 12 menarik untuk disampaikan:

"When problems arise, in the worst companies people will withdraw into silence. in your average company, people will say something, but only to the authorities. In the best companies, people will hold a crucial confrontation, face to face, and in-the-moment. And they will hold it well. This, of course, take skills."

Kerry menegaskan: "It will be a skill set, not a policy, that will enable people to solve their pressing problems." 

Catatan berikutnya:

"Perubahan itu bisa didorong dengan beberapa metode seperti kebijakan, sistem, dan program (yang baru). Namun itu semua tidak akan berfungsi dengan baik hingga orang-orang dalam organisasi tersebut tahu bagaimana caranya berbicara dengan lainnya mengenai deviations dan disappointments. Perubahan itu akan menimbulkan adanya harapan-harapan baru, dan harapan baru terkadang akan tidak mudah dipenuhi. Nah, Jika anda tidak bisa berhadapan dengan mereka yang gagal untuk menghidupkan harapan-harapan baru itu, maka tidak ada catatan, tidak ada kebijakan, dan tidak ada sistem yang akan memperbaiki kekurangan tersebut."

Di halaman 13 buku ini, disajikan tujuh pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk mengukur ketrampilan anda ketika menghadapi a crucial confrontations. Jika anda mendapatkan 6 sampai dengan 7 jawaban "Yes" maka saran dari buku ini adalah "Dont put this book down!" Untuk mendapatkan versi lengkap dari pengukuran ini (ada 35 pertanyaan True and False) anda bisa mengakses ke halaman vitalsmarts

-----

Jumat, 21 Juni 2013, saya bertemu teman baru dari Dunamis Indonesia, Mas Luki. Ia  saat itu datang menghampiri saya (bersama rekan saya Pak Alit) yang sedang istirahat sejenak dari pelatihan di TCU Telkom. Dari Pak Alit, saya mendapatkan keterangan bahwa Mas Luki ini mencari saya dan kebetulan saya sedang ada di TCU Telkom. 

Saya bertanya kepada Mas Luki,"dari mana Mas Luki tahu mengenai saya?" Ternyata, email registrasi saya di vitalsmarts lah yang mempertemukan kami. Selanjutnya kami kami pun berdiskusi mengenai the Influencer dan Crucial Confrontation. Karena saya masih menjalani pelatihan, diskusi ini tidak berlangsung lama. Mudah-mudahan lain waktu saya mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan penulis bukunya. :)

-----

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?

Untuk mengerti lebih lanjut mengenai apa itu Human Resource Business Professional (HRBP), Anda dapat mengunjungi situs berikut: http://www.hrci.org/docs/default-source/web-files/hrbpbok-pdf.pdf?sfvrsn=0

HRBP holder diharapkan mampu mendemonstrasikan keahlian atas prinsip-prinsip Human Resources operasional dan teknikal yang dapat diterima. Ini dilakukan untuk memvalidasi pengetahuan dan keahlian human resource yang core serta mendemonstrasikan prinsip-prinsip human resource dari para profesional yang mempraktikkan human resource di luar Amerika. Ini akan meningkatkan kredibilitas profesional HR dan organisasi dimana mereka bekerja.

Dari halaman pdf tersebut, Anda dapat mempelajari body of knowledge sertifikasi HRBP. Body of knowledge HRBP ini mencakup:
1. HR Administration (22%)
2. Recruitment and Selection (22%)
3. Employee Relations and Communication (20%)
4. Compensation and Benefits (14%)
5. Training and Development (15%)
6. Health, Safety and Security (7%). 

Area Fungsi 1, yaitu HR Admini…

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

[1] Apa itu Human Resource Management (HRM)?
Ada beberapa definisi yang disampaikan dalam sejumlah referensi, salah satunya dari materi pelatihan sertifikasi Human Resource Business Partner (HRBP): 

1. A strategic and consistent approach to the management of an organization’s most valued assets i.e., the people who are contributing toward the achievement of the goals of the organization.
2. Employing people, developing the resources, utilizing the human talent effectively and efficiently, and compensating the services according to the organizational requirement.
3. A business tool that provides both theoretical framework and practical tools to handle the workforce.


Mana definisi yang menurut anda paling mudah anda pahami?
Bagi saya, definisi ketiga-lah yang paling mudah saya pahami. Kata-kata kuncinya yaitu alat bisnis, teori, praktik, dan pengelolaan tenaga kerja. Saya terjemahkan menjadi: HRM adalah alat bisnis yang terdiri dari kerangka teori dan alat-alat bantu praktis untuk mengelola …

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Mahasiswa Magang. Ya, mahasiswa yang menjalani 'kerja praktik' di perusahaan tertentu merupakan para mahasiswa magang.Sejumlah mahasiswa magang sudah pernah saya temui dan saya bimbing. Salah satunya sekarang juga bekerja di TELKOM.
Ketika ada sejumlah mahasiswa magang di unit saya, dan kemudian tanggung jawab diserahkan kepada saya untuk jadi pembimbing praktik, tentu saya dengan senang hati membantu mereka mencapai tujuan magangnya.
Menjadi mahasiswa magang, dalam pandangan saya, harus punya tujuan. Tujuan itu sifatnya sangat personal, namun pada umumnya hampir-hampir sama, 11-12 lah, yaitu sukses saat kerja praktik, yang berarti nilai A atas hasil kinerjanya.
#1 Miliki Tujuan yang Jelas Sukses menjadi mahasiswa magang harus diawali dengan tujuan magang yang jelas.Jika tujuan anda 'hanya' ingin sekedar memenuhi kewajiban prasyarat kuliah, ya itulah yang akan anda dapatkan. Sayang aja sih jika itu saja tujuannya. Padahal banyak lho yang bisa didapatkan saat menjalani kerj…