Apa itu Balanced Scorecard (BSC)?

Balanced Scorecard
Apa itu Balanced Scorecard?
Balanced Scorecard adalah suatu pendekatan terhadap strategi performance management system yang dikembangkan oleh Dr. Robert Kaplan (Harvard Business School) and David Norton di awal tahun 1990. Kaplan dan Norton menuturkan konsep Balanced Scorecard dalam Harvard Business Review Edisi Januari Februari 1992 dengan judul The Balanced Scorecard: Measures That Drive Performance

Balanced Scorecard berasal dari balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan, performance jangka pendek dan performance jangka panjang, antara performance yang bersifat internal dan performance yang bersifat eksternal. 

Sedangkan scorecard (kartu skor) yaitu kartu atau lembaran kertas yang digunakan untuk mencatat skor performance organisasi, kelompok atau individu.  Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh organisasi, kelompok atau individu pada suatu periode waktu tertentu (triwulanan, semesteran, atau tahunan). Umumnya dalam implementasi di organisasi atau perusahaan di Indonesia scorecard dikenal juga dengan nama Kontrak Manajemen. Salah satu perusahaan yang mengimplementasikan penggunaan Balanced Scorecard dalam pengukuran performance organisasi, unit, dan adalah Telkom Indonesia

Empat perspektif Balanced Scorecard
Di dalam artikel Balanced Scorecard -nya, Kaplan dan Norton membuka dengan kalimat: What you measure is what you get. Mereka meyakini bahwa organization measurement system  berpengaruh kuat terhadap perilaku para manajer dan karyawannya. Bila organisasi hanya menggunakan indikator keuangan sebagai measurement system dikhawatirkan itu tidak mencukupi untuk mengidentifikasi perubahan yang tercakup dalam inovasi dan proses pembelajaran organisasi. Dengan begitu Balanced Scorecard menggunakan empat perspektif dalam mengukur performance organisasi, kelompok, atau individu yaitu meliputi Financial, Customer, Internal Business, Innovation & Learning perspective

Financial and Operational Measures
Menurut Kaplan dan Norton, para eksekutif senior sadar bahwa tidak ada ukuran tunggal yang dapat menyediakan a clear performance target atau perhatian yang fokus pada area-area yang penting dalam bisnis.  Balanced Scorecard memiliki keunggulan dengan memberikan portion atau bobot pada Empat perspektif.

Balanced Scorecard memudahkan eksekutif senior dalam melihat gambaran organizational performance yang terdiri dari financial dan operational measures dalam satu tampilan (scoreboard atau scorecard) secara cepat dan komprehensif. Dalam kerangka empat disiplin eksekusi (4DX) financial perspective merupakan lag measure, sedangkan tiga perspektif lainnya dalam Balanced scorecard merupakan lead measure

Financial Perspective
Balanced Scorecard memakai tolak ukur kinerja keuangan seperti Net Income (NI) dan Return on Investment (ROI), karena tolak ukur tersebut secara umum digunakan dalam perusahaan untuk mengetahui laba. Namun demikian, tolak ukur keuangan saja tidak dapat menggambarkan penyebab yang menjadikan perubahan kekayaan yang diciptakan perusahaan atau organisasi.

Balanced Scorecard dapat menjelaskan lebih lanjut tentang pencapaian visi yang berperan di dalam mewujudkan pertambahan kekayaan tersebut sebagai berikut:
1. Peningkatan customer yang puas yang berdampak pada pembelian berulang sehingga meningkatkan perolehan revenue
2. Peningkatan produktivitas dan komitmen karyawan melalui intervensi dalam proses bisnis internal dan keberlanjutan proses pembelajaran di karyawan sehingga tercipta pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien.
3. Peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan financial returns dengan mengurangi modal yang digunakan atau melakukan investasi daiam proyek yang menghasilkan return yang tinggi.

Di dalam Balanced Scorecard, pengukuran finansial mempunyai dua peranan penting: Pertama, semua perspektif tergantung pada pengukuran finansial yang menunjukkan implementasi dari strategi yang sudah direncanakan. Kedua financial measurement akan memberi dorongan kepada 3 perspektif yang lainnya tentang target yang harus dicapai dalam mencapai tujuan organisasi.

Penentuan financial measurement ini sebaiknya mempertimbangkan siklus bisnis organisasi yang bersangkutan karena elemen yang diukur di tiap-tiap siklus bisa berbeda. Misalnya organisasi sedang dalam tahapan growth, yaitu tahapan dimana organisasi diharapkan memiliki produk baru yang dirasa sangat potensial bagi pertumbuhan bisnis tersebut.
Untuk itu, maka pada tahap growth perlu dipertimbangkan mengenai sumber daya untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan layanan, membangun serta mengembangkan fasilitas yang menunjang produksi, investasi pada sistem, infrastruktur dan jaringan distribusi yang akan mendukung terbentuknya hubungan kerja secara menyeluruh dalam mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan.  Dengan demikian, financial measurement di tahapan growth adalah mengukur persentase tingkat pertumbuhan pendapatan, dan tingkat pertumbuhan penjualan di pasar sasaran.

stay focused. be prepared.

Semoga bermanfaat. @MasNovanJogja

Comments