Indeks Big Mac: Apa Manfaatnya?

Big Mac merupakan burger produk McDonald yang tersedia secara internasional. Di Amerika, Anda bisa temukan Big Mac di konter McDonald dan begitupun di Indonesia. 

Big Mac Index (BMI) merupakan cara yang dilakukan untuk mengukur perbedaan nilai mata uang disuatu negara. Ide Big Mac Index berasal dari the Economist di tahun 1986, yang memudahkan kita untuk memahami teori Purchasing Power Parity (PPP), yaitu mengenai teori nilai tukar mata uang dan daya belinya terhadap produk yang sejenis di negara yang berbeda. 

Asumsinya dengan komposisi yang sama pada Big Mac, maka nilai Big Mac di Amerika terhadap nilai Big Mac di Indonesia akan mendekati sama, jika dan hanya jika kondisi-kondisi perekonomian yang membentuk harga tersebut sama. 

Namun demikian, perlu disadari bahwa ada juga pengaruh nilai budaya terhadap Big Mac tersebut. Juga, keinginan pemerintah di negara tersebut untuk menjaga nilai mata uangnya, mempertahankan dan bahkan meningkatkan ekspornya dengan melemahkan nilai mata uangnya terhadap dollar US. Selain itu, nilai tenaga kerja di satu negara dan negara lainnya yang berbeda dapat mempengaruhi harga Big Mac di negara tersebut.  

Oleh karena itu, banyaknya variabel lainnya yang mempengaruhi harga Big Mac menjadikan pertanyaan seberapa valid Big Mac Index untuk dijadikan ukuran dalam perbandingan daya beli selain Big Mac. Kendali terbesar adalah pada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Big Mac tersebut. Namun untuk urusan pajak, persepsi pembeli, harga sewa, biaya tenaga kerja, biaya transportasi dan variabel lainnya bisa menjadi hal-hal yang mempengaruhi harga Big Mac. Meskipun begitu, sebagai gambaran sederhana perbedaan harga Big Mac bisa membantu kita untuk mengetahui berapa besar nilai beli mata uang kita terhadap Big Mac di negara target, misalnya membandingkan harga Big Mac di Amerika terhadap Big Mac di Indonesia.  

Untuk membaca artikel mengenai Big Mac yang menjadi inspirasi tulisan ini, anda bisa klik link berikut. Data Big Mac Index dari tahun 2000 sd 2013 tersedia di The Economist (silahkan anda klik). 

Sedangkan bagi anda yang memerlukan big mac index sejak tahun 1986, biasanya pusat-pusat penelitian keuangan di kampus memilikinya. Silahkan anda hubungi mereka untuk mendapatkan data Big Mac Index. 

Berikut adalah contoh Big Mac Index pada Juli 2013 di negara kawasan ASEAN: 
a. Indonesia: US$ 2,80
b. Malaysia: US$ 2,30
c. Filipina: US$ 2,65
d. Singapura: US$ 3,69
e. THailand: US$ 2,85. 

Tampak dari data tersebut bahwa harga Big Mac termahal adalah di Singapura dan yang termurah adalah di Malaysia. 

Salam, @MasNovanJogja

Gambar Big Mac diambil dari situs McDonald.

Comments