Budidaya Tanaman Jeruk Purut

Tanaman jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan bagian daun dan buahnya. Biasanya, daun jeruk perut digunakan sebagai bumbu penyedap masakan karena memiliki aroma yang khas. Sedangkan, buahnya sering dipakai untuk campuran sambal maupun obat batuk.

Tren tanaman buah dalam pot (tabulampot) menjadikan jeruk purut sebagai salah satu tanaman tabulampot yang paling diminati. Hal ini dikarenakan tanaman jeruk mudah dipelihara dan gampang berbuah. Dengan perawatan yang benar, maka anda akan mempunyai tabulampot yang menarik.

Alat dan Bahan :

  1. Biji jeruk purut
  2. Gelas air mineral
  3. Kapas
  4. Pot ukuran besar
  5. Tanah
  6. Pupuk kompos
  7. Pupuk kandang
  8. Pasir
  9. Air

Langkah-langkah :Penyemaian biji jeruk purut bisa dibilang gampang-gampang susah. Mengingat buah jeruk yang dijual di pasar umumnya masih berusia muda, maka dibutuhkan kejelian anda dalam memilih buah yang sudah dewasa.

Penyemaian biji jeruk purut dilakukan di dalam gelas mineral berisi kapas basah. Dalam setiap gelas, kita bisa mengisi 3 biji sekaligus. Letakkan gelas penyemaian ini di pinggir jendela agar mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Setelah seminggu berlalu, biji-biji tersebut sudah mulai berkecambah. Bibit tersebut lantas kita tanamkan ke dalam pot yang sudah berisi media tanam.Media tanam yang bagus untuk tanaman jeruk purut adalah tanah gembur dan agak berpasir serta mengandung cukup air. Media tanam seperti ini bisa anda dapatkan dengan mencampurkan tanah, pasir, dan pupuk kompos menggunakan perbandingan 2:2:1.


Pada masa awal penanaman, pot cukup diletakkan di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Pastikan anda menyiramnya secara teratur agar media tanam tidak menjadi gersang. Pemupukan menggunakan pupuk kandang juga perlu dilakukan minimal dua minggu sekali.


Setelah tanaman memiliki tinggi sekitar 60 cm, maka dilakukan pemangkasan dasar yang berguna agar pertumbuhan tanaman bisa lebih maksimal. Pemangkasan dilakukan dengan memotong bagian ranting yang tumbuh kurang normal dan terkena penyakit.Usahakan untuk tidak meletakkan pot di area yang terkena terpaan angin cukup kencang. Angin mampu menerbangkan bunga-bunga tanaman yang akan menggagalkan tumbuhnya buah.


Setelah tanaman sudah mulai berbuah dengan diameter 1 cm, dilakukan penjarangan agar pertumbuhan buah bisa lebih banyak. Penjarangan dilakukan pada ranting yang tidak memiliki bakal buah.
 

Buah yang telah berukuran besar sebaiknya segera dipetik agar tidak terlanjur membusuk. Buah yang busuk tentu akan menjadi sarang hama dan penyakit.Agar tanaman anda bisa terus tumbuh normal, setelah panen dilakukan, tumbuhan jeruk purut tersebut kembali dipangkas sebagai langkah peremajaan.

Perawatan:
Untuk merawat pohon jeruk adalah yang paling mudah namun paling ribet dilakukan karena butuh ketelitian dan keuletan.

1. Penyiraman
Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore jika masih dalam taham pertumbuhan, jika sudah tumbuh bisa dilakukan 1-3 hari sekali. Saat menyiram pohon, air JANGAN terkena batang pohon, siramlah tanah di sekitar batang saja.

2. Pemupukan
Lakukan pemukukan saat pohon berumur di atas 5 bulan dan setelah itu lakukan setiap 3-4 bulan sekali, dengan menggunakan pupuk Urea, KCL, dan TSP. lebih bagus jika menggunakan pupuk organic.

3. Saat buah pertama.
Saat pohon jeruk pertama kali berbuah, kira-kira sebesar ibu jari lakukan pembuangan dengan perbandingan 1:3 maksudnya jika buah jeruk dalam satu batang terdapat 10 biji maka yang dibuang adalah 7 dan dibiarkan besar adalah 3 buah. Ini berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan berikutnya. Saat membuang buah jangan menggunakan tangan atau dipetik tapi gunakan alat pemotong ranting. Potonglah pada rantingnya.

4. Perawatan batang pohon,
Ini yang paling penting dari merawat jeruk. Jaga dan bersihkan batang pohon paling bawah jangan sampai terkena air atau semut. Dengan cara melapnya dengan kain berbahan kaos yang basah, gosok sampai batang pohon benar-bener bersih, tapi jangan sampai warna kulit dalam pohon yang berwarna hijau tergores. Hindari pohon dari serbuan semut atau serangga lainnya. Ini berfungsi untuk menghindari gangguan dari virus yang bisa membuat pohon jeruk jadi kering dan mati.

5. Memotong ranting
Saat memotong ranting jangan sekali-kali menggunakan tangan atau alat yang bisa membuat jeruk terluka. Gunakan pemotong batang pohon agar batang pohon tidak infeksi.
Lakukan pemotong dengan cara memotong tegak lurus vertical dan berbentuk lancip, intinya jangan sampai saat hujan air hujan mengendap pada dahan bekas potongan yang bisa mengakibatkan batang jeruk infeksi.


Selamat menanam jeruk purut di rumah!

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?