Inilah 15 Poin Penting yang Saya Pelajari di Bagian Pendahuluan Extreme Productivity Bob Pozen

Extreme productivity. Sebuah buku yang membahas tentang produktivitas ekstrim. Berbahayakah ini? 

Robert C. Pozen, sang penulis buku Extreme Productivity ini, menyatakan dalam bagian pendahuluannya betapa sibuknya dia. Beragam jabatan ia pegang dalam waktu yang bersamaan. Satu kata: Wow! 

Ya karena ia sudah terbiasa sejak kecil untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan betapa kesibukannya itu tidaklah membuatnya merasa sibuk. Sejak SMA ia sudah terbiasa bekerja keras, yang kemudian kebiasaan ini berlanjut hingga ia menjadi penasehat. 

Tentang Bob Pozen, hal penting yang saya tuliskan disini terwakili dari tiga informasi online berikut:

a. website Bob Pozen di www.bobpozen.com. Di web ini Pozen menuliskan ringkasan dari buku Extreme Productivity. 
b. facebook page di www.facebook.com/bpozen. Halaman Pozen di facebook ini di-like oleh 299 orang, dan nampaknya orang yang ke-299 like itu adalah @MasNovanJogja. Posting terakhir sekitar Juli 2014. 
c. twitter di @pozenCuitan terakhir di twitter yang dilakukan Pozen sekitar Juli 2015. 

dan ketiga informasi ini disampaikan di sampul buku (bagian lipatan sampul halaman depan) Extreme Productivity. 

Sebanyak 361 halaman, tentunya akan ada banyak kata dan kalimat yang disusun di Extreme Productivity ini. Saya baca di bagian pendahuluan Extreme Productivity, dan hasilnya.... saya mencatat setidaknya 15 poin yang bisa dijadikan check notes untuk diuji apakah cocok atau tidak dengan situasi yang saya jalani dengan pengalaman Pozen ini. 

Berikut 15 poin penting catatan saya. 

--- 
  1. Kesuksesan sebagian besar bergantung pada pola pikir yang benar: Fokus pada hasil yang ingin Anda raih, ketimbang lamanya waktu yang Anda habiskan saat bekerja. Mengapa? Karena hasil adalah hal penting bagi atasan, klien, dan rekan Anda.

    @MasNovanJogja: Dalam perenungan saya hari ini (3-Sep-15), hasil yang harus saya fokuskan adalah mengacu kepada doa sapujagad yang memberikan tiga tujuan utama:

    Pertama, mencapai kebahagiaan hidup di dunia
    Kedua, mencapai kebahagiaan hidup di akhirat, dan
    Ketiga, dijauhkan dari api neraka.

    Ini akan membantu saya untuk juga memperhatikan prosesnya ketika akan mencapai hasilnya.

  2. Camkan bahwa produktivitas pribadi berarti kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan Anda dalam meraih tujuan yang Anda tetapkan. Mungkin Anda ingin menjadi HR Business Professional dan juga menyelesaikan hutang-hutang ribawi Anda. Dalam hal ini Anda akan mendapatkan manfaat dengan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan jam kerja yang sama.

  3. Yang paling mendasar dari buku Extreme Productivity adalah mendorong Anda untuk mengadopsi cara berpikir yang berbeda dan mengikuti teknik-teknik nyata. Tidak ada solusi ajaib di buku Extreme Productivity ini, karena sebagian besar saran Bob Pozen memerlukan pemikiran keras dan perilaku disiplin yang dilakukan terus menerus.

  4. Lima bagian dari buku Extreme Productivity ini yang dapat Anda ambil manfaatnya diantaranya adalah:

    Pertama, tiga pemikiran utama yaitu tentukan tujuan dengan prioritas jelas, fokus hasil akhir, dan tidak berkutat pada hal-hal kecil.

    Kedua, menetapkan skala prioritas jangka pendek dengan disiplin.

    Ketiga, mengembangkan tiga keahlian pribadi yang utama dan penting untuk menjadi seorang profesional yang sukses yaitu membaca secara komprehensif, menulis efektif, dan berbicara efektif di depan publik.

    Keempat, bagaimana mengelola produktivitas pribadi.

    Kelima, menyusun kerangka kerja dalam membuat keputusan jangka panjang mengenai karir Anda.

  5. Milikilah tingkat kedisiplinan dan kerapian yang tinggi.

  6. Doronglah anak-anak Anda untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

    @MasNovanJogja: Pendidikan ya.. bukan sekolah. Ini hal yang berbeda. Sekolah adalah wadah/tempat, pendidikan adalah proses untuk mengakuisisi pengetahuan yang dapat diimplementasikan. Wadahnya bisa dari mana saja. Termasuk sekolah.

  7. Berlatihlah bernegosiasi dan membuat kesepakatan.

    @MasNovanJogja: Sangat setuju!

  8. Belajarlah menggunakan waktu dengan efisien.
  9. Belajarlah untuk mengerjakan lebih dari satu pekerjaan rumah lebih awal.

    @MasNovanJogja: Apakah ini  berarti tidur lebih awal dan bangun lebih awal? Saya menyaksikan Ayah dan Ibu saya melakukan hal ini: mereka bangun lebih awal untuk memulai aktivitasnya. Ayah saya menggunakan prinsip "jam 7 (pagi) tujuh acara selesai", sedangkan Ibu saya menggunakan prinsip "seorang ibu harus bangun lebih awal daripada anak-anaknya".
  10. Aplikasikan konsep pembelajaran yang produktif: membentuk kelompok kecil yang interaktif dan menerapkan konsep umum untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
  11. Milikilah mentor yang membimbing Anda untuk memikirkan karir macam apa yang Anda jalani.
  12. Pelajari cara membaca dan menulis yang cepat dengan tetap fokus pada hasil akhir.
  13. Belajarlah membaca poin poin penting yang ada pada sebuah memo, artikel maupun buku.

    @MasNovanJogja: Inilah yang sedang saya kerjakan dan akan terus saya kerjakan. Membaca poin-poin penting menurut saya harus disertai dengan menulis poin-poin penting menurut Anda. Menuliskannya akan membantu Anda untuk mengingatnya. Mengingatnya akan memudahkan Anda untuk mengujinya.
  14. Gunakan ini ketika menjalani profesi sebagai penasehat umum: Anda ingin mengetahui uraian pekerjaan Anda? Sederhana: Pikirkan apa yang harus Anda kerjakan dan Anda lakukan!
  15. Gunakan pelajaran produktivitas ini: saat tim investasi berkembang, bagi ke dalam divisi-divisi yang lebih kecil. 
---

Sambil terus bekerja dan berkarya, nanti saya tambahkan catatan-catatan di 15 poin penting dari bagian pendahuluan Extreme Productivity. Bagi Anda yang pernah mengujinya, saya rasa akan baik juga untuk disharing di bagian komentar di bawah tulisan ini. Sharing Anda akan bermanfaat untuk pembaca lainnya. 


Misalnya saja, pelajaran poin 15 mengenai tim investasi. Berdasarkan pengalaman Anda, ternyata divisi-divisi yang lebih kecil malah menyulitkan dan merepotkan. Saat ini saya belum punya pengalaman menghadapi tim investasi yang berkembang. 

Oke, semoga bermanfaat ya.

Salam, @MasNovanJogja

Comments

  1. Mantabs, nuwun ringkasannya Mas Momon. Jadi bisa ikut menikmati isinya melalui ringkasanmu.

    Tertarik dipoint nomer 9, idealnya bangun lebih awal dan tidur lebih sedikit. Yg penting bukan buat begadang tapi utk melakukan hal produktif lainnya.

    Makasi sharingnya bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank mas Sukma kunjungannya. Insya Allah saya usahakan untuk berbagi bacaan.

      Poin sembilan itu sangat terngiang-ngiang di kepala saya. Ayah saya sering berucap: Jam 7, tujuh acara selesai.

      Dan memang tidak ada aktivitas bergadang :)

      Salam, @MasNovanJogja

      Delete
  2. Menarik ini masNovan.
    Poin pertama sangat benderang mengaitkan konsep tentang: productive people have a mission for their lives...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, produktivitas memang sangat terkait dengan sasaran yang ingin dicapai. Lingkupnya bisa individu dan organisasi. Tim Ferris juga membahasnya di 4 Hour Work Week. Kawan saya, Rifki Syabani, sedang menyusun perbedaan sibuk dan produktif dalam gambar karikatur yang menarik.

      Salam, @MasNovanJogja

      Delete
    2. MasNovanJogja... terimakasih sudah berbagi tulisan yang menarik. Dalam model lain sekedar untuk menambah insight. Soal Productive Vs.Busy ini saya coba kemas dalam karikatur yang sederhana.. di 99ideasforhappyworker.wordpress.com dengan tag productive, busy...

      Delete
    3. thank Mas Rifki. Karikatur akan memudahkan kita untuk membedakan produktif dan (sekedar) sibuk.

      Salam, @MasNovanJogja

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?