Jika Malas Menulis, Tulis Ulang Saja Namamu

Menulis itu tidak harus panjang. Ya kadang-kadang panjang, kadang-kadang pendek. Bila menulis jurnal, mungkin akan diperlukan lebih dari satu halaman kwarto atau folio.

Namun menulis yang ringan seperti mengungkapkan pemahaman akan lembayung senja sebagai tanda pergantian hari bisa jadi cukup memerlukan empat sampai dengan lima paragraf. Bahkan bisa jadi cukup satu paragraf, dua kalimat...sebagaimana tulisan saya berikut:


"Lembayung senja itu merupakan pertanda bahwa hari akan berganti. Saya, anda, kita semua sedang menyaksikan waktu yang terus bergerak dan tidak mempedulikan kita yang terdiam atau sedang merona merah menemukan kebahagiaan."

Yang diperlukan ketika menulis adalah keberlanjutan. Dua siklus yang utama: membaca lalu menulis. Bahkan, lebih ekstrim, membacanya itu perlu berulang-ulang...bila belum mengerti apa maknanya. 

Kalau kita malas membaca, biasanya menulisnya ya seputar itu-itu saja. Kurang berkembang. Tapi itu juga oke-lah. Sebagai pemanasan, tuliskan saja daftar belanja, daftar keinginan, apa yang kita lihat hari ini, apa yang membingungkan pikiran kita, dan juga sekedar daftar hadir di suatu booth dalam pameran. 

Salam, @MasNovanJogja


Comments

  1. Hehehehe setuju mas. Paling gampang dan sering emang nulis nama sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih menulis manual Choki? :) Salam kenal ya..

      @MasNovanJogja

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?