Keunggulan Pribadi (Personal Resiliance)

Sumber Gambar di Sini
Resensi Buku Stronger yang ditulis Edison Lestari di majalah SWA 2016 mengenai keunggulan pribadi ini menurut saya menarik. Bagaimana tekanan dapat dimanfaatkan untuk mencapai kesuksesan oleh orang-orang yang memiliki keunggulan pribadi. 

---

Mereka yang sukses di bawah tekanan memiliki dan memanfaatkan keunggulan pribadi sebagai keunggulan bersaing. Ketahanan pribadi didefinisikan sebagai kemampuan untuk kembali, secara berulang kali, sampai tujuan kita tercapai atau menemukan tujuan baru yang lebih produktif. Berita baiknya, ketahanan pribadi DAPAT DIPELAJARI siapa pun di usia berapa pun. 

Ada lima faktor untuk membentuknya:

1. OPTIMISME AKTIF - Percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk bertindak dengan cara yang berarti untuk membuat perubahan. 

Bagaimana cara melatihnya? 

a) dapatkan kesuksesan sedikit demi sedikit untuk membangun rasa percaya diri.
b) amati orang lain yang sukses dan teladani apa yang mereka lakukan. 
c) dapatkan coaching dan dukungan.
d) miliki rasa kontrol diri.


2. TINDAKAN BERANI (Decisive Action)- Anda harus berani mengambil keputusan dan bertindak. Bagaimana cara melatihnya? Pahami tujuh hambatan untuk mengambil keputusan dan tanggung jawab dan lakukan tindakan sebaliknya.

a) takut gagal. --- berani mencoba dan mengulangnya :)
b) takut ditertawakan --- mulailah menonton standup comedy, menertawakan diri sendiri, dan bacalah tulisan-tulisan humor. 
c) penundaan --- ingat kalimat "just do it".
d) kegagalan dalam komunikasi --- belajar ilmu komunikasi, lalu amalkan. 
e) keinginan untuk menyenangkan semua orang --- Tidak harus semua orang yang anda buat senang. Minimal klien utama anda :)
f) kebingungan karena besarnya tantangan dan data --- what does not kill me makes me stronger. 
g) kehilangan pandangan jangka panjang --- seringlah menghadiri upacara pemakaman dan bagi Anda yang muslim, ikut berjamaah sholat jenazah. Mengingat kematian. 


3. KOMPAS MORAL - Kompas moral yang harus kita miliki di masa-masa gelap adalah kejujuran, integritas, kesetiaan dan etika. 

4. PERSISTENSI - Di saat bersamaan, kita juga harus sadar kapan waktunya move on. Pindahlah haluan jika memang sudah membuang-buang energi anda untuk terus persisten. Alokasikan di tempat yang lebih baik :)

5. KELOMPOK PENDUKUNG (Interpersonal Support)  - keterkaitan personal memberikan perlindungan terhadap kematian, penyakit jantung, penurunan imun dan stres. Tidaklah mengherankan ketika seseorang yang sudah sepuh (tua) kehilangan pasangannya atau kawan berbincangnya, maka tak lama kemudian ia menyusul pasangan atau kawan berbincangnya.  

Penulis buku ini memakai pendekatan Albert Bandura tentang self-efficacy untuk menguasai lima faktor tersebut. Self-efficacy adalah kepercayaan seseorang pada kemampuannya untuk menyelesaikan tugas tertentu atau sukses dalam situasi tertentu. 

Self Efficacy dapat dilakukan dengan: 
a) experience (melakukannya sehingga sukses memberikan rasa percaya diri),
b) modelling (mengamati role model yang berdaya tahan),
c) persuasi sosial (dukungan dari orang lain), dan
d) kontrol diri (Mempertahankannya dalam keadaan tertekan).

Semoga bermanfaat. 

Salam, @MasNovanJogja

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?