Skip to main content

Cerita Saya tentang Pak Riza

Sumber Gambar disini
Juni 2015. Itulah awal pertama kali saya bertemu dengan Pak Riza. Mungkin beberapa kali saya bertemu sebelumnya di masjid telkom japati. Namun secara formal, kali ini pertemuannya adalah sebagai satu tim di Business Planning & Performance Telkom Regional III. Ya, Pak Riza adalah atasan saya yang baru per 1 Juni 2015.

Sebagai the first time manager, dengan stream yang benar-benar baru, di luar bidang yang pernah saya kerjakan, beliau sangat memahami bahwa saya perlu waktu untuk belajar. Saya kemudian dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang harus diatasi. Saya pun berkonsultasi dan juga menyampaikan kepada Pak Riza.

Pendekatannya solutif. Pak Riza sangat banyak membantu saya menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Hingga satu waktu Pak Riza diminta untuk menjadi Culture Agent.

Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahwa percakapan saya dengan Bu Yuli mengenai Culture muncul di tempat ini. Unit yang dalam pandangan saya saat itu bukanlah sebagai lead coordinator bagi Culture Development.

Faktor sejarah-lah yang membentuknya. Saya hanya bagian kecil saja yang mana tim sebelumnya sudah terbentuk, yaitu CUTE. Berawal dari ketidaktahuan dan dilandasi semangat untuk belajar. Dinamika diskusi selanjutnya luar biasa. Di sana ada Bu Anita, Shandy, Octa, Ririn, Ima, Renni, Putri, Dilla, Fadillah, Kiki dan rekan-rekan lainnya.

Pancingan ide-ide pak Riza banyak dilontarkan. Dari benchmark ke unit War Room, TR II, hingga terakhir, membentuk grup gen Y TR 3 untuk menggali keinginan rekan-rekan Gen Y yang nantinya akan diwadahi dalam Gen Y Meet Up Gathering.

Laporan pelaksanaan aktivasi budaya bulan Februari saya susun dan laporkan ke Pak Riza per Kamis, 3 Maret 2016. Dan permohonan saya untuk melaksanakan cuti tahunan juga telah disetujui Pak Riza pada sore harinya. Saya juga menyiapkan beberapa rencana dan topik diskusi untuk saya sampaikan ke Pak Riza. Beberapa judul buku yang bisa menjadi pemantik ide untuk diimplementasikan juga telah saya susun.

Itulah rencana. Kenyataannya, saya tidak diberikan lagi kesempatan untuk menyampaikan dan berdiskusi dengan Pak Riza. Waktu belajar saya dengan Pak Riza sudah habis.

Pak Riza sudah harus kembali. Jumat sore, 4 Maret 2016. Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun. 

Terima kasih Pak Riza atas sharing pengalaman dan pengetahuannya, ide-idenya, dan juga kesabaran serta pengertian bapak untuk ngemong saya.

Semoga itu semua menjadi amal jariyah bagi pak Riza.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?

Untuk mengerti lebih lanjut mengenai apa itu Human Resource Business Professional (HRBP), Anda dapat mengunjungi situs berikut: http://www.hrci.org/docs/default-source/web-files/hrbpbok-pdf.pdf?sfvrsn=0

HRBP holder diharapkan mampu mendemonstrasikan keahlian atas prinsip-prinsip Human Resources operasional dan teknikal yang dapat diterima. Ini dilakukan untuk memvalidasi pengetahuan dan keahlian human resource yang core serta mendemonstrasikan prinsip-prinsip human resource dari para profesional yang mempraktikkan human resource di luar Amerika. Ini akan meningkatkan kredibilitas profesional HR dan organisasi dimana mereka bekerja.

Dari halaman pdf tersebut, Anda dapat mempelajari body of knowledge sertifikasi HRBP. Body of knowledge HRBP ini mencakup:
1. HR Administration (22%)
2. Recruitment and Selection (22%)
3. Employee Relations and Communication (20%)
4. Compensation and Benefits (14%)
5. Training and Development (15%)
6. Health, Safety and Security (7%). 

Area Fungsi 1, yaitu HR Admini…

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

[1] Apa itu Human Resource Management (HRM)?
Ada beberapa definisi yang disampaikan dalam sejumlah referensi, salah satunya dari materi pelatihan sertifikasi Human Resource Business Partner (HRBP): 

1. A strategic and consistent approach to the management of an organization’s most valued assets i.e., the people who are contributing toward the achievement of the goals of the organization.
2. Employing people, developing the resources, utilizing the human talent effectively and efficiently, and compensating the services according to the organizational requirement.
3. A business tool that provides both theoretical framework and practical tools to handle the workforce.


Mana definisi yang menurut anda paling mudah anda pahami?
Bagi saya, definisi ketiga-lah yang paling mudah saya pahami. Kata-kata kuncinya yaitu alat bisnis, teori, praktik, dan pengelolaan tenaga kerja. Saya terjemahkan menjadi: HRM adalah alat bisnis yang terdiri dari kerangka teori dan alat-alat bantu praktis untuk mengelola …

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Mahasiswa Magang. Ya, mahasiswa yang menjalani 'kerja praktik' di perusahaan tertentu merupakan para mahasiswa magang.Sejumlah mahasiswa magang sudah pernah saya temui dan saya bimbing. Salah satunya sekarang juga bekerja di TELKOM.
Ketika ada sejumlah mahasiswa magang di unit saya, dan kemudian tanggung jawab diserahkan kepada saya untuk jadi pembimbing praktik, tentu saya dengan senang hati membantu mereka mencapai tujuan magangnya.
Menjadi mahasiswa magang, dalam pandangan saya, harus punya tujuan. Tujuan itu sifatnya sangat personal, namun pada umumnya hampir-hampir sama, 11-12 lah, yaitu sukses saat kerja praktik, yang berarti nilai A atas hasil kinerjanya.
#1 Miliki Tujuan yang Jelas Sukses menjadi mahasiswa magang harus diawali dengan tujuan magang yang jelas.Jika tujuan anda 'hanya' ingin sekedar memenuhi kewajiban prasyarat kuliah, ya itulah yang akan anda dapatkan. Sayang aja sih jika itu saja tujuannya. Padahal banyak lho yang bisa didapatkan saat menjalani kerj…