Postingan

Menampilkan postingan dengan label Organizational Capabilities

Bagaimana Mengatasi Defisit Pengakuan yang Terjadi di Organisasi Anda

Gambar
Saya ingin berbagi pengembangan dari ide-ide yang saya peroleh dari tulisan David Novak Recognizing Employees Is the Simplest Way to Improve Morale di hbr.org tanggal 9 Mei 2016. Awal mula tulisan ini dimulai ketika Novak sedang menjalani perawatan kanker dan ia bertemu dengan seorang Onkologis ternama di sebuah pusat medis kelas dunia. Dalam suatu percakapan, Novak menanyakan berapa lama Onkologis itu bekerja disana dan dijawab oleh Onkologis tersebut, “Lebih dari 40 tahun”. Pertanyaan Novak berlanjut. Ia menanyakan apa yang telah perusahaan berikan kepadanya untuk mengingat jasa-jasanya untuk menolong kehidupan orang? Onkologis ini tertawa sambil menunjukkan gantungan kunci plastik yang dikirimkan perusahaan kepadanya. Bagaimana cara mengatasi defisit pengakuan ( Recognition Deficit) di Organisasi Anda Disinilah sumbangsih tulisan Novak menarik untuk kita pelajari sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan Human Capital di Organisasi kita. Menurut Novak, memberikan gantungan ...

Tiga Pilihan Peran dan Kebahagiaan

Gambar
James Altucher dalam Choose Yourself menyebutkan ada tiga pilihan yang bisa diperankan. Pertama, berperan sebagai entrepreneur . Kedua, berperan sebagai entre-ployee . Ketiga, berperan sebagai employee . Pilihan pertama, berperan sebagai entrepreneur . Setiap orang adalah entrepreneur . Ketrampilan yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur adalah kemampuan untuk gagal (dan bangkit lagi), kemampuan untuk memiliki ide-ide dan menjual ide-ide tersebut, keberanian untuk mengeksekusi ide-ide tersebut, dan tetap persisten. Sehingga ketika gagalpun, anda tetap belajar dan maju pada langkah-langkah berikutnya. Pilihan kedua, berperan sebagai entre-ployee . Ini mungkin peran yang dimainkan oleh semacam konsultan/pekerja profesional seperti dokter. Ambil kendali kepada siapa anda melaporkan (pekerjaan anda), apa yang anda kerjakan, dan apa yang anda ciptakan. Jangan hanya mengerjakan apa yang ada di uraian pekerjaan. Mengerjakan hanya apa yang ada di uraian pekerjaa...

Ubah Kebiasaan Burukmu dengan Mengetahui Hal-hal yang Memicunya

Gambar
Kebiasaan buruk bisa mengurangi #produktivitas kerja karyawan. Peter Bregman, penulis buku Four Seconds dalam hbr.org berbagi ide bagaimana mengatasi kebiasaan buruk seperti menyalahkan orang lain, mengkritik diri sendiri, berargumen, atau hal-hal lainnya.  Ini sarannya: Tidaklah memerlukan waktu lama untuk mengubah sebuah kebiasaan buruk. Namun itu sulit. Sungguh benar-benar sulit. Jadi, bagaimana kita menghentikan kebiasaan buruk itu? Tiga Langkah Penyelesaian Ada tiga langkah yang akan membantu: Pahami momentum kesadaran dari tanda-tanda reaksi sebelum kebiasaan buruk itu terjadi. Miliki kemampuan untuk menahan diri sesegera mungkin Anda menyadari bahwa tanda-tanda reaksi kebiasaan buruk itu mulai terjadi. Rumuskan kebiasaan baik yang akan menggantikan kebiasaan buruk tersebut.  Bregman memfokuskan langkah pertama sebagai hal paling penting. Tanpa langkah pertama tidak ada lagi harapan untuk melakukan perubahan kebiasaan buruk.   Momentum Kesadaran Mom...

Idea Sharing: Touching Employees' Heart Through HR Business Professional Practices

Gambar
Bagaimana mengatasi kesenjangan komunikasi yang terjadi antara pengelola HR dengan Karyawan? Pertanyaan ini muncul ketika karyawan merasakan pengelola HR  jarang melakukan komunikasi yang intens (dialogis, tatap muka) untuk mendengarkan aspirasi atau minimal mengenal lebih dalam siapa mereka dan kebutuhan mereka.  Masalah komunikasi ini harus disolusikan dengan segera mengingat karyawan adalah elemen penting dalam pelaksanaan bisnis bagi suatu perusahaan sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik.  Apa solusinya?   Dalam beberapa model pelaksanaan pengelolaan HR di sejumlah perusahaan, solusi atas permasalahan tersebut berupa pembentukan satuan HR Business Professional (HRBP).  HR Business Professional  ini terdiri dari sejumlah individu yang berpengalaman dan kompeten di bidang HR selama minimal 5 tahun, bersertifikasi, mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, mampu merumuskan masalah HR yang disampaikan oleh karyawan dan mer...

The Winner’s Brain: 8 Strategies Great Minds Use to Achieve Success

Gambar
Kali ini buku yang saya baca adalah “The Winner’s Brain: Kiat Jitu Mengembangkan Otak Pemenang untuk Mencapai Sukses”. Buku yang ditulis oleh Jeff Brown, Mark Fenske, dan Liz Neporent ini bila dihubungkan dengan tema human capital management adalah mencapai kinerja unggul ( high performance achievement ), dengan cara mengoptimalkan kerja otak.   Diterbitkan oleh   Kelompok Pustaka Alvabet, buku berjudul asli   “ The Winner’s Brain 8 Strategies: Great Minds Use to Achieve Success ” intinya mengajak kita untuk   mampu memahami dan menguasai cara kerja otak untuk mencapai cita-cita dan impian kita. Buku The Winner’s Brain ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mengulas tentang otak, sejarah singkat ilmu saraf modern, dan bagaimana ilmu tersebut mengubah cara pandang manusia terhadap otak dan psikologi saat ini. Juga di bagian ini dijelaskan mekanisme saraf yang perlu dikembangkan untuk menuju sukses. Bagian kedua  The Winner’s Brain  ...

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Gambar
Mahasiswa Magang. Ya, mahasiswa yang menjalani 'kerja praktik' di perusahaan tertentu merupakan para mahasiswa magang.Sejumlah mahasiswa magang sudah pernah saya temui dan saya bimbing. Salah satunya sekarang juga bekerja di TELKOM. Ketika ada sejumlah mahasiswa magang di unit saya, dan kemudian tanggung jawab diserahkan kepada saya untuk jadi pembimbing praktik, tentu saya dengan senang hati membantu mereka mencapai tujuan magangnya. Menjadi mahasiswa magang, dalam pandangan saya, harus punya tujuan. Tujuan itu sifatnya sangat personal, namun pada umumnya hampir-hampir sama, 11-12 lah, yaitu sukses saat kerja praktik, yang berarti nilai A atas hasil kinerjanya. #1 Miliki Tujuan yang Jelas Sukses menjadi mahasiswa magang harus diawali dengan tujuan magang yang jelas.Jika tujuan anda 'hanya' ingin sekedar memenuhi kewajiban prasyarat kuliah, ya itulah yang akan anda dapatkan. Sayang aja sih jika itu saja tujuannya. Padahal banyak lho yang bisa didapat...

Strategi Pengelolaan Talent di Era Perang Talent

Gambar
Pendahuluan Para praktisi SDM perlu memahami trend global mengenai strategi-strategi dalam training & Development (T&D). SDM sebagai kunci pertumbuhan dan kehidupan korporasi perlu dikelola dengan baik melalui konsep pengelolaan talent yang baik dan benar. Para praktisi SDM harus memahami bahwa perang talent  di industri-industri seperti perbankan sudah sedemikian berat. Tanpa pengelolaan talent yang baik dan benar, korporasi bisa mengalami brain drain dan akibatnya pertumbuhan perusahaan bisa terganggu. Rumusan Permasalahan Apa saja strategi pengelolaan talent yang dapat diimplementasikan  di era perang talenta ini? Penggunaan Prinsip 70-20-10 Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengelola talent adalah dengan menggunakan prinsip pareto yang dimodiifikasi. Prinsip 70-20-10  (hukum pareto) merupakan pedoman penting di dalam T&D masa sekarang. Kerangka ini berarti 70% proses pembelajaran bersumber dari tugas-tugas penting dalam pekerjaaan, 20% ...

Menjaga Loyalitas Karyawan

Gambar
Dalam sharing experience di kelas MSDM FEB UGM Sabtu 26 Feb 2011, ada pertanyaan yang menarik untuk kita bahas di sini: Bagaimana cara perusahaan menjaga loyalitas karyawan? Bila dimulai dari perspektif karyawan, maka anda bisa menjawabnya dengan mengajukan pertanyaan berikut: hal-hal apa sajakah yang membuat saya loyal terhadap perusahaan ini? Hal-hal yang membuat karyawan loyal Bila menggunakan hirarki kebutuhan maslow, maka kita perlu mengidentifikasi sesungguhnya karyawan ini sudah pada hirarki kebutuhan yang mana. Bagi seorang karyawan sebut saja Andi, yang berusia 23 tahun, fresh graduate, single, dan belum memiliki gambaran karir yang jelas, mungkin beberapa faktor umum berikut yang akan membuatnya loyal (bertahan?) di perusahaan tersebut: 1. Gaji bulanan yang mencukupi kebutuhan hidupnya (kebutuhan fisiologis).   Katakan, ia bekerja di jakarta. Berapa gaji bulanan yang cukup (standar) bagi Andi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta? Bila perusahaan memberikan ...

Pendekatan Strategis Atas Manajemen Kinerja

Gambar
Prolog Diskusi mengenai manajemen kinerja terus menerus berlangsung. Manajemen kinerja adalah core dalam sistem SDM yang harus dibangun sejalan bahkan melampaui perkembangan bisnis organisasi. Manajemen kinerja yang hebat akan menuntun perilaku karyawan yang selaras dengan tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Di tulisan ini, saya akan berbagi tentang sekelumit konsep manajemen kinerja dalam workshop watson wyatt yang saya ikuti. Kali ini saya akan mengupas sedikit tentang prinsip-prinsip manajemen kinerja dan cara mencapai efektifitas manajemen kinerja. D efinisi Manajemen kinerja merupakan suatu pendekatan yang sistematis untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja dan kompetensi para individu dan tim dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas organisasi secara menyeluruh. Keefektifan kolaborasi antar individu dan tim untuk mencapai sasaran organisasi dapat dioptimalkan dengan menggunakan manajemen kinerja. Untuk dapat menggunakan manajemen kinerja secara e...