Posts

Showing posts from December, 2010

Budaya yang Mendorong Kinerja (Culture Driven Performance)

Image
Saat saya mengikuti Mercer HR Rendevous, April 2010, saya meluangkan waktu untuk berbincang dengan Derek Berry, ASEAN Business Leader, Mercer’s HC Business yang mengisi materi "Building Leaders – Maximizing Growth and Retention". Dalam perbincangan tersebut, Berry menyatakan bahwa salah satu kelemahan di industri adalah permasalahan kepemimpinan, utamanya mengenai leadership tunnel.
Dalam diskusi berikutnya, belum lama ini, saya diajak untuk memikirkan mengenai bagaimana budaya mendrive kinerja (Culture Driven Performance). Tentu saja, saya perlu waktu untuk mempelajarinya. Dari browsing yang saya lakukan, saya menemukan bahwa GE HealthCaresebagai konsultan menawarkan Culture Driven Performance. Saya belum menemukan buku yang secara detail dan mendalam serta menarik membahas mengenai hal ini dan aplikasinya di dunia bisnis saat ini. Ada yang bisa membantu?

Sembari terus mencari, saya kira sekilas informasi dari situs GE HealthCare cukup membantu. Saya akan kutipkan beberapa ha…

Mari Menjadi Rakyat Indonesia Yang Berprestasi!

Image
Saya gembira pak Hasnul Suhaimi mengajak kita untuk berbagi kisah atau solusi yang kita lakukan menuju Indonesia Berprestasi. Sebagai rakyat Indonesia, saya memilih berperan proaktif untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi. Inilah yang saya lakukan untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi.
Menurut saya, untuk menjadi rakyat Indonesia yang berprestasi adalah dengan membangun kesadaran secara terus menerus di beberapa bidang kehidupan. Saya mengelompokkannya menjadi lima kesadaran, yaitu kesadaran diri, kesadaran profesi, kesadaran lingkungan, kesadaran sejarah, dan kesadaran spiritual.

Kesadaran Diri Pertama, kesadaran diri. Membangun kesadaran diri memerlukan proses terus menerus, dari hari ke hari, tanpa kenal henti. Ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab untuk membangunnya yaitu ..Siapa saya? …Mengapa saya ada disini? Dan..Untuk apa hidup saya ini?
Menemukan dan merenungkan jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Proses penemuan dan pere…

Inilah Cara Menyuguhkan Pembicaraan yang Enak dan Berkesan

Image
Agar dapat menyuguhkan pembicaraan yang enak dan berkesan, Islam memberikan beberapa tuntunan kepada umatnya, dengan tujuan meraih kebahagiaan yang sempurna.

Pertama, memilih kata-kata yang baik. Sabda Rasulullah saw, “kata-kata yang indah lagi baik adalah bagian dari sedekah”. (HR Bukhari dan Muslim). Ditegaskan oleh Muhammad saw, “Jauhilah siksa neraka sekalipun hanya dengan bersedekah separuh buah kurma. Barang siapa tidak mendapatkannya, maka cukup dengan kata-kata yang baik”. (HR Bukhari dan Muslim dari Adiy bin Hatim).

Sebagai muslim, perlu diketahui bahwa perkataan yang baik merupakan perekat jalinan persaudaraan dan cinta kasih. Rasulullah saw menegaskan, “Bukanlah seorang mukmin yang apabila berbicara suka mencela, suka melaknat, suka berbuat keji, dan suka berbuat jahat”. (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).

Kedua, penuh perhatian terhadap lawan bicara. Agar pembicaraan kita enak didengar dan menyenangkan, hendaklah kalimat yang kita ucapkan diiringi dengan sikap yang membuat lawan …

IDEO: The Focus is on hiring someone who can ‘WOW’ us!

Image
Inilah pernyataan IDEO, sebuah perusahaan kreatif Amerika (salah satu komisarisnya menulis buku “The Art of Innovation), tentang rekrutasi: “the focus is not on hiring someone who will ‘fit in’ but rather, on hiring someone who has something to offer and can ‘WOW’ different kinds of people with his/her insights”.
Jadi, salah satu pertanyaan yang perlu anda ajukan saat anda merekrut karyawan baru, utamanya untuk perusahaan yang menjadikan kreativitas sebagai nilai yang dihargainya adalah ‘apa yang anda miliki dan bisa ditawarkan kepada kami sehingga kami bisa WOW dengan gagasan-gagasan Anda?”
Isunya bukan lagi dia (calon karyawan) cocok dengan pekerjaan yang akan diisi. Ya, itu penting, namun yang lebih penting lagi adalah menanyakan pertanyaan di atas. Apa yang anda punya dan bisa membuat kami WOW?
So, pertama, sudahkah anda menanyakan pertanyaan tersebut kepada para pelamar kerja? Apa yang anda miliki? Bahkan menurut saya, tidak cukup anda bertanya. Kedua, Anda pun wajib meminta mer…