Posts

Showing posts from 2011

TELKOM Group Human Capital Summit 2011

Telkom Group Human Capital Summit 2011 diadakan tanggal 23-25 November 2011 di Batam, Indonesia. Human Capital Summit Telkom Group ini merupakan sarana pertemuan tahunan bagi para pengelola Human Capital Telkom Group sejak tahun 2007, dan di tahun 2011 merupakan pertemuan yang ke-5. 

Di dalam pertemuan ini para peserta bersinergi memberikan sumbang pikir untuk mencoba membentuk model pengelolaan dan pengembangan human capital yang dapat diimplementasikan secara standar namun fleksibel di lingkup Telkom Group. Hal ini sejalan dengan tuntutan peran human capital dalam mendukung business strategy di lingkungan Telkom Group dan menjadikan human capital sebagai strategic partner dan change agent yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan yang fokus pada bisnis TIME. 

Tema dalam Human Capital Summit 2011 adalah Strengthening Human Capital Readiness in Defending Core Business & Exploring New Business to Maintain Business Growth, dimana tema ini mengangkat isu-isu penting tentang b…

Manajemen Waktu (1)

Image
Sebagai seorang muslim, menurut saya, manajemen waktu merupakan proses perencanaan, pengelolaan dan pengevaluasian waktu seseorang secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya hidup di dunia dan di akhirat. Jika Allah SWT memberikan kita kehidupan dalam waktu sehari, maka kita diberikan waktu 24 jam oleh-Nya untuk beramal yang terbaik. Dengan demikian, sumber daya waktu tersebut harus dikelola dengan baik sehingga menjadi bermanfaat dan memberikan rahmat bagi dunia.  
Waktu adalah Karunia Allah SWT Manajemen waktu merupakan alat yang efektif untuk membantu seseorang maupun organisasi meraih sasarannya sehingga penting untuk memahami dan mengamalkan ilmu manajemen waktu. Bagaimanapun juga, waktu adalah karunia Allah SWT yang bersifat tidak dapat disimpan, tidak dapat diulang, dan tidak dapat dihentikan. Sehingga, ketika tujuh menit kita lewatkan begitu saja, tanpa ada amalan yang terbaik yang kita lakukan, maka hilanglah sudah tujuh menit tersebut dan jadilah kita merugi sebagaima…

Cerita Ketiga: Tentang Kematian

Image
Cerita ketiga Steve Jobs dalam pidatonya di hadapan lulusan mahasiswa Stanford mengenai kematian sungguh merupakan kisah yang memotivasi saya sehingga saya perlu mengutipkannya ke dalam blog ini. Berikut cerita ketiga Steve Jobs:

When I was 17, I read a quote that went something like: "If you live each day as if it was your last, someday you'll most certainly be right." It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: "If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?" And whenever the answer has been "No" for too many days in a row, I know I need to change something.
"If you live each day as if it was your last, someday you'll most certainly be right."
Remembering that I'll be dead soon is the most important tool I've ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything — all…

Selamat Jalan Steve Jobs

Image
Steve Jobs, Pendiri dan mantan CEO Apple Inc., meninggal dunia pada Rabu 5 Oktober 2011, di usia 56 tahun, sebagaimana diumumkan oleh Apple Inc. Proses pembelajaran Steve Jobs yang terekam dalam pembukaan buku Management di kala saya kuliah yakni apa yang ia lakukan untuk mengubah gaya manajemennya yang sewenang-wenang dan sombong yang pada akhirnya membuatnya 'terusir' dari Apple dan kemudian bertransformasi menjadi lebih rendah hati dan fokus, kala ia mendirikan Pixar, menjadi bagian dari inspirasi saya. Perubahan itulah yang kemudian menarik kembali Steve Jobs ke dalam Apple Inc.
Pidatonya "stay hungry stay foolish", yang terdiri dari sejumlah pengalaman dan semangat besarnya di dalam menjalani kehidupan dan berkontribusi bagi kemajuan manusia, sungguh pantas untuk dibaca ulang. Tiga cerita pengalaman kehidupannya yang terdiri dari cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik, Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan, dan Cerita Ketiga Saya: Kematian, merupakan warisa…

Steve Jobs: Belajarlah dari Kesalahan-Kesalahanmu

Image
Seperti kebanyakan para manajer yang efektif, Steve Jobs pun belajar dari kesalahan-kesalahannya.
Mari kita telaah kalimat di atas, yaitu antara lain:
1. Manajer
2. Efektif
3. Belajar
4. Kesalahan.
Maka, empat kata tersebut, apabila kita rangkai akan menjadi sebagai berikut: Manajer yang efektif belajar dari kesalahan-kesalahannya. 

Apa artinya?
Pertama, manajer. Manajer, menurut saya adalah orang yang ditunjuk/ dipilih untuk memiliki kewenangan dalam mengelola sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi. George dan Jones (2006) menjelaskan bahwa ada dua hal umum yang dilakukan para manajer:
1. mereka bekerja di organisasi;
2. mereka bertanggung jawab mengelola penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian sasaran organisasi.

Kedua, efektif. Manajer yang efektif adalah manajer yang mampu menentukan sasaran yang tepat bagi organisasi dan kemudian berhasil mencapainya. perhatikan: sasaran tepat dan pencapaiannya! Jadi, manajer harus mampu menentukan sasaran yang…

Strategi Pengelolaan Talent di Era Perang Talent

Image
Pendahuluan
Para praktisi SDM perlu memahami trend global mengenai strategi-strategi dalam training & Development (T&D). SDM sebagai kunci pertumbuhan dan kehidupan korporasi perlu dikelola dengan baik melalui konsep pengelolaan talent yang baik dan benar. Para praktisi SDM harus memahami bahwa perang talent di industri-industri seperti perbankan sudah sedemikian berat. Tanpa pengelolaan talent yang baik dan benar, korporasi bisa mengalami brain drain dan akibatnya pertumbuhan perusahaan bisa terganggu.


Rumusan Permasalahan
Apa saja strategi pengelolaan talent yang dapat diimplementasikan  di era perang talenta ini?

Penggunaan Prinsip 70-20-10
Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengelola talent adalah dengan menggunakan prinsip pareto yang dimodiifikasi. Prinsip 70-20-10  (hukum pareto) merupakan pedoman penting di dalam T&D masa sekarang. Kerangka ini berarti 70% proses pembelajaran bersumber dari tugas-tugas penting dalam pekerjaaan, 20% belajar dari orang-orang l…

Membangun SDM Berkarakter Lokal Bermutu Internasional

Image
Pendahuluan
2nd T&D Summit 2011 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 20-21 April 2011 dengan tema “Membangun SDM Berkarakter Lokal Bermutu Internasional” merupakan pertemuan nasional para praktisi SDM yang akan membahas mengenai pengelolaan Talent.

Tiga pembicara dalam pleno di 2nd T&D Summit 2011 ini mengelaborasi antara praktisi dan akademisi. Effendi Ibnoe berkesempatan memaparkan pengalamannya dalam pengelolaan Talent di GE dan Standard Chartered Bank. Di hari berikutnya, pleno kedua, Faisal Syam, Direktur HCGA PT Telkom Indonesia berbagi pengalaman pengelolaan talent di perusahaannya. Sebagai penutup, Prof Dr. Djamaluddin Ancok melengkapi kajian-kajian dalam pleno sebelumnya dengan memaparkan bagaimana menjaga dan membangun para talent di perusahaan.

Summary of Mercer 1st HR Rendezvous 2011

Image
Dalam pertemuan Mercer 1st HR Rendezvous 2011 di Shangri-La Hotel Jakarta, ada empat agenda yang dibahas oleh para pembicara berikut, yaitu: 


Evy Kriswandi: Indonesia Compensation Trends and Pulse Survey FindingsPuneet Swani: Making Effective Rewards Decisions for Sustainable GrowthBen Facer: Retirement Benefits – Creating Value Whilst Managing RiskPhil Stanley: Trends in International Assignments
A.Indonesia Compensation Trends and Pulse Survey Findings

Inflasi dan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia sejak tahun 2005 sd. April 2011 menunjukkan pergerakan rata-rata 6,5%. Di April 2011, inflasi year on year sebesar 6,16%. Sementara itu, angkatan kerja Indonesia di Feb 2011 (yoy) naik sebesar 3,4 juta orang, menjadi 119,40 juta orang. BPS melaporkan tingkat pengangguran  year on year Feb 2011 turun menjadi 8,12 juta orang.

[karena sejumlah catatan menurut saya sifatnya confidential, maka rangkuman saya ini hanya menampilkan paragraf pertama saja :) ).


B.Making Effective Rewards Decision…

Komposisi Fixed:Variable Pay Bagi Sales & Non Sales

Image
Pengelolaan SDM yang optimal salah satunya didukung oleh strategi total reward yang integratif. Komposisi antara fixed pay dan variable pay antara non sales people dan sales people adalah sub bagian dari total rewards.

Komposisi fixed pay dan variable pay antara sales dan non sales people tentunya berbeda. Bagi para sales people, fixed pay yang diterimanya lebih kecil dibandingkan para non sales people. Begitu sales people berhasil mencapai target, maka mereka berhak menerima total pay yang jauh lebih besar dibandingkan para non sales people.

Sebagai gambaran, perbandingan fixed pay dan variable pay sales people adalah 30:70. 70% berupa variable pay ini dapat diperoleh sales people jika ia mampu mencapai target 100% (at target). Jika ia mampu melampauinya (over achieve) ia dapat memperoleh tambahan maksimal 2 kali dari variable paynya, yaitu total menjadi 140% (30:140). Tentu saja, over achieve ini memberikan dampak net income bagi perusahaan yang signifikan. Asumsinya ketika mencapai…

Check This Out! Online Entrepreneur Awards 2011

Image
Bagi anda yang menyenangi kompetisi dan penghargaan, CIMB Niaga mengadakan Online Entrepreneur Award 2011. Berikut penjelasan mengenai kompetisi OEA 2011 ini dalam situsnya: 
"Online Entrepreneur Award 2011 (OEA2011) adalah penghargaan untuk entrepreneur yang telah menggunakan media online. Event ini diadakan oleh CIMB Clicks - Instant Internet Banking, dengan tujuan mendorong aktivitas online oleh usaha mikro dan kecil. Dengan hadirnya teknologi internet di dunia usaha, maka pemasaran dan transaksi akan berlangsung mudah dan instant.
Penghargaan ini dibagi atas dua kategori, Clicks of The Year dan Visionary Clicks. 
1. Clicks of The Year  Kategori ini diikuti oleh entrepreneur dengan usaha yang sudah aktif di dunia online, namun masih termasuk usaha mikro dan kecil. Peserta paling tidak harus sudah berumur 18 tahun pada saat mendaftar dan belum mencapai usia 41 tahun pada tahun 2011, memiliki NPWP, dan memiliki usaha dengan catatan keuangan yang baik.
2. Visionary Clicks  Kategori ini…

Questions & Actions About Organizational Performance

Image
Kinerja organisasional adalah suatu ukuran mengenai seberapa efisien dan efektif para manajer menggunakan sumberdaya-sumberdaya untuk memuaskan pelanggan dan mencapai sasaran-sasaran organisasional.
Questions! Efisien itu artinya apa?  Efisiensi adalah suatu ukuran mengenai seberapa baik atau seberapa produktif sumber daya-sumber daya yang dimiliki organisasi digunakan untuk mencapai suatu sasaran.Efektif itu apa artinya?Siapa yang disebut manajer?Apa saja sumber daya yang dimiliki oleh organisasi?Bagaimana cara memuaskan pelanggan?Organisasi itu apa?Siapakah yang disebut pelanggan?Bagaimana cara mencapai sasaran organisasi?Apa itu sasaran organisasi?Actions!
Sumber gambar di sini.

Semoga bermanfaat, Novan Restu

Gaya Manajemen Penghancur Organisasi: Bagaimana Mengantisipasinya?

Image
Gaya manajemen yang salah dapat mengakibatkan kehancuran organisasi. Apa itu misalnya?

Gaya manajemen yang merusak antara lain: Menciptakan kompetisi yang tidak sehat antar tim/unit kerja. Hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan antar tim/unit kerja.Gaya kepemimpinan konfrontatif. Pemimpin senang  mengkritik dan menyalahkan  pengikutnya. Hal ini dapat mengakibatkan konflik internal yang melukai perasaan sehingga membuang waktu produktif.Adanya keinginan untuk mengendalikan organisasi melampaui peran yang dimilikinya.  Arogansi ini dapat menghambat kerjasama dan menimbulkan pertentangan.Ketidakjelasan atas siapa pemimpin organisasi sebenarnya. Ketidakjelasan ini membuat pengikut ragu-ragu bertindak dan menyampaikan gagasan kreatifnya.
Lalu bagaimana mengantisipasinya?

Kenali kebutuhan gaya manajemen organisasi anda sehingga organisasi anda dapat tumbuh dengan baik. Beberapa langkah yang dapat anda siapkan antara lain: Bangunlah kepemimpinan yang tegas dan bersihCiptakan misi yang meman…

Kegelisahan Intelektual Seorang Master

Image
Saya tahu ada kegelisahan yang mendalam mengenai peran serta kehidupan saya saat ini. Bahwa masih ada banyak hal yang perlu saya lakukan untuk bangsa Indonesia ini. Kegelisahan intelektual seorang master yang mungkin tidak akan diselesaikan dalam waktu satu hari. 
Simbol 22 Saya menyadari bahwa itulah rasa yang membangkitkan pemikiran, pergerakan dan semangat untuk maju. Ada dua kata yang sederhana dan mudah saja diucapkan: hidup dan mati. Menurut saya dua hidup dan dua mati. Dua kehidupan dan dua kematian. Diawali dari tiada, menjadi ada, lalu tiada dan akhirnya ada (abadi). Angka 22 menjadi simbolnya. Saya sudah pernah membahasnya.
Ketika revolusi dalam diri sedang terjadi, seringkali kita bergegas menanggapinya dan segera mematikannya karena khawatir kita tak akan mampu mengendalikannya dengan baik. Padahal hidup yang bergerak pelan naik juga cukup membosankan. Apalagi bila stagnan!
Ada hal yang patut kita cermati dan renungkan. Ketika kita berhenti bekerja saat jam 17.00 berdenting, …

Menjaga Loyalitas Karyawan

Image
Dalam sharing experience di kelas MSDM FEB UGM Sabtu 26 Feb 2011, ada pertanyaan yang menarik untuk kita bahas di sini: Bagaimana cara perusahaan menjaga loyalitas karyawan? Bila dimulai dari perspektif karyawan, maka anda bisa menjawabnya dengan mengajukan pertanyaan berikut: hal-hal apa sajakah yang membuat saya loyal terhadap perusahaan ini?

Hal-hal yang membuat karyawan loyal
Bila menggunakan hirarki kebutuhan maslow, maka kita perlu mengidentifikasi sesungguhnya karyawan ini sudah pada hirarki kebutuhan yang mana. Bagi seorang karyawan sebut saja Andi, yang berusia 23 tahun, fresh graduate, single, dan belum memiliki gambaran karir yang jelas, mungkin beberapa faktor umum berikut yang akan membuatnya loyal (bertahan?) di perusahaan tersebut:

1. Gaji bulanan yang mencukupi kebutuhan hidupnya (kebutuhan fisiologis).
Katakan, ia bekerja di jakarta. Berapa gaji bulanan yang cukup (standar) bagi Andi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta? Bila perusahaan memberikan gaji bulanan R…

Mengapa perlu menjaga Talents meski anggaran terjun bebas?

Image
Dari sebuah artikel manajemen, saya mendapatkan pengetahuan ini. Berikut ringkasannya.

****

Lanjutkan berinvestasi dalam pengembangan talent meskipun anggaran sedang terjun bebas. Mengapa? Inilah tiga alasan yang mendasari:

Do more with less. Lakukan pelayanan prima dengan organisasi yang lebih ramping. Libatkan karyawan sepenuhnya dan jadilah fleksibel. Jangan terpaku posisi lama. Tentu tidak mudah bila tanpa kepemimpinan dan komitmen untuk mendesain ulang proses kerja dan membekali karyawan ketrampilan yang mendukung organisasi yang ramping!

Tempatkan stopper di lini brain drain. Jangan sampai terjadi brain drain di organisasi anda! Perhatikan pelatihan dan pengembangan talent anda. Mengurangi program ini sama saja mempercepat brain drain! Eksekutif, manajer dan staf cenderung mengikatkan dirinya pada organisasi yang menunjukkan penghargaan besar atas ketrampilan yang mereka miliki serta mengalokasikan sumber daya yang lebih untuk pengembangan profesionalisme mereka.

Pertahankan kualitas…