[KELOLA DIRIMU] Ubah Kebiasaan Burukmu dengan Mengetahui Hal-hal yang Memicunya

Kebiasaan buruk bisa mengurangi #produktivitas kerja karyawan. Peter Bregman, penulis buku Four Seconds dalam hbr.org berbagi ide bagaimana mengatasi kebiasaan buruk seperti menyalahkan orang lain, mengkritik diri sendiri, berargumen, atau hal-hal lainnya. 

Ini sarannya: Tidaklah memerlukan waktu lama untuk mengubah sebuah kebiasaan buruk. Namun itu sulit. Sungguh benar-benar sulit.

Jadi, bagaimana kita menghentikan kebiasaan buruk itu?


Tiga Langkah Penyelesaian
Ada tiga langkah yang akan membantu:

  1. Pahami momentum kesadaran dari tanda-tanda reaksi sebelum kebiasaan buruk itu terjadi.
  2. Miliki kemampuan untuk menahan diri sesegera mungkin Anda menyadari bahwa tanda-tanda reaksi kebiasaan buruk itu mulai terjadi.
  3. Rumuskan kebiasaan baik yang akan menggantikan kebiasaan buruk tersebut. 


Bregman memfokuskan langkah pertama sebagai hal paling penting. Tanpa langkah pertama tidak ada lagi harapan untuk melakukan perubahan kebiasaan buruk.  


Momentum Kesadaran
Momentum kesadaran-lah yang akan membuat kita berhenti sejenak, menarik napas, dan menumbangkan reaksi segera yang mengikuti kebiasaan buruk tersebut. Kemampuan ini muncul dari bagian otak kita – amigdala – yang membantu nenek moyang kita mengatasi harimau bergigi pedang.

Bagian sulitnya adalah ketika reaksi segera itu sudah terpantik, maka kebiasaan buruk kita akan muncul. Jadi, inilah kuncinya: tumbangkan reaksi segera itu SEBELUM terpantik. Momentum kesadaran harus muncul sebelum reaksi segera yang memicu kebiasaan buruk Anda – bukan terjadi saat sedang bereaksi atau setelahnya. 

Ingat ya, SEBELUM terpantik! Artinya, anda harus bersiap-siap. Apa saja yang memantik reaksi kebiasaan buruk anda? Siapa saja orang-orang yang akan memantik respons Anda yang akhirnya hanya akan anda sesali (respons) kemudian?

Setelah anda mengindetifikasi pemantik-pemantik reaksi tersebut, bertindaklah dalam sebaliknya. Pertimbangkan sinyal-sinyal peringatan yang mendahului perilaku tersebut. Apa saja tanda-tanda pertama yang menjadikan anda berperilaku buruk pada situasi tersebut? Apa sajakah hal-hal yang menjadi pemicu reaksional Anda dari orang-orang sekitar Anda?

Disinilah saat tepat momen kesadaran menjadi paling produktif bekerja.


Bantuan Observer
Observer dapat membantu Anda mengidentifikasi sinyal-sinyal peringatan sebelum kebiasaan buruk Anda terjadi. Bregman mengamati Jeff, seorang CEO, yang mudah marah karena Nick, presenter dari beberapa proposal bisnis yang diajukan kepadanya dinilainya kurang akuntabel. 

Dalam suatu pertemuan, Jeff marah kepada Nick dan disana Bregman turut mengamati.   “Apa yang kamu lihat, Breg?” tanya Jeff.  Inilah catatan Bregman:

Menit 1: Nick melangkah ke depan ruangan (Breg tahu Jeff bermasalah dengan kurangnya akuntabilitas Nick. Jadi ketika Nick berdiri untuk memfasilitasi, Breg tahu jika Jeff berisiko untuk kehilangan kesabarannya. 

Menit 3: Jeff mulai mengetuk-ngetukkan kakinya. 

Menit 4: Jeff mulai mengetuk-ngetukkan pulpennya di meja.

Menit 6: Napas Jeff berubah. Ia mengambil napas lebih dalam, menghembuskannya; suatu pernapasan yang terdengar, seperti menghela napas. 

Menit 8: Jeff mulai menggeser kursinya. Ia terlihat tidak bisa menahan diri untuk tetap duduk. Terlihat ia tidak nyaman dengan apa yang sedang terjadi.

Menit 9: Jeff berhenti bernapas. Ia benar-benar menahan napasnya.
Minute 10: BOOM!


Berhenti Segera
Hal terbaik dari menghentikan kebiasaan buruk tidak produktif Anda adalah segera berhenti begitu memungkinkan seawal mungkin. Artinya dari tanda-tanda reaksi yang berhasil diidentifikasi tadi, secara sadar Jeff sesegera mungkin berperilaku sebaliknya begitu ia mengenali bahwa ia mulai akan berperilaku buruk. 

Ini praktis dan Anda mungkin akan kesulitan untuk berhenti di awal-awal tanda itu terjadi. Jangan putus asa – setiap Anda menyadari dan memperhatikannya – bahkan jika itu setelah terjadi – Anda sedang membangun otot-otot kesadarannya menjadi lebih kuat. 

Inilah intinya. Perilaku buruk kita yang tidak produktif memang tidak produktif. Jika kita mengubahnya, kita dapat mengubah outcomes yang diproduksi oleh perilaku buruk tersebut. Triknya adalah segera mungkin menghentikannya ketika tanda-tanda reaksi itu akan terlihat. 

Semoga bermanfaat, @MasNovanJogja



Referensi

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Magang

Memahami Peran Human Resource dalam Organisasi

Apa itu Human Resource Business Professional (HRBP) ?